Rapat Kerja (2)

Rapat Kerja (2)

Sabtu – Ahad, 26 – 27 Juli 2025, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta telah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) ke-2. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Raker sebelumnya. Perlu diketahui bahwa SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta melaksanakan program kerja berupa Raker di tahun 2025/206 dua kali. Raker pertama membahas Program Kerja di setiap lini, baik badan pembantu kepala sekolah, maupun bidang lain yang terkait langsung dengan kegiatan Sekolah.

Rapat Kerja pertama, yang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Juli 2025 berlangsung dengan hidmat. Raker ini dihadiri langsung oleh pengawas Bapak Sugiyana, M.Pd. dan semua unsur yang ada di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

Raker kedua dilaksankan di lingkungan wisata Dieng, Wonosobo. Berangkat hari sabtu, 26 Juli 2025 menyusuri lereng Gunung Sindoro dan Gunung Prau. Semua peserta yang mengikutinya mencoba untuk melawan hawa dingin yang dapat mencapai minus dua derajad celcius. Namun demikian, semangat kebersamaan mampu mengusir dingin menjadi hangat karena kemeriahannya.

Pagi harinya, Minggu 27 Juli 2027 kami berkesempatan tadabur alam dengan mengunjungi Kawah Sikidang. Bau belerang yang menyengat menyambut kami. Ada yang tidak kuat dengan aroma belerang yang kemudian balik kanan. Ada pula yang tahan, dan mampu berfoto ria di depannya.

Lanjut ke Telaga warna sisi atas. Tampak nyata dipandang perbedaan air dalam telaga itu. Sayangnya, saat itu kami mengalami suasana kabut. Berbeda kalau pas matahari bersinar. Akan tampak berkilau terkena cahaya matahari.

Terakhir kami menikmati Candi Pendawa Lima, yang saat ini ada dua candi yang dipugar dan diperbaiki. Sehingga kami tidak dapat mengambil gambar secara utuh kelima candi itu. Candi Hindu yang merupakan peninggalan Kerajaan Kalingga, adalah tempat sesembahan. Diperkirakan dibangun pada abad ke-7.

OUTING CLASS MPLS

OUTING CLASS MPLS

Day 3 MPLS 2025/2026 dilaksanakan dengan outing class ke Museum Sono Budoyo dan Masjid Gede Kauman. Kegiatan ini dilaksanakan guna peningkatan pengetahuan lingkungan sekitar dan budaya.

Peserta didik juga diberikan ketugasan mencatat informasi yang di dapatkan saat tour gedung Museum Sono Budoyo. Berbagai peninggalan daerah, perpustakaan, alat makan, hingga game zaman dahulu di tampilkan dengan sangat epik. Penamaan budaya daerah dan sejarah sangatlah penting guna melestarikan dan juga memperkenalkan adat nenek moyang dimasa lampau.

Setelah ber keliling museum untuk menambah wawasan sejarah dan cinta tanah air. Peserta didik diarahkan menuju Masjid Gede Kauman untuk belajar tentang sejarah islam dan juga karakter religius. Dalam pendidikan di zaman sekarang memberikan stimulus cinta sejarah, menghargai peninggalan nenek moyang, serta menanamkan karakter religius sangat diperlukan guna mewujudkan generasi emas.

Ukir Prestasi

Ukir Prestasi

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan bagian dari ekosistem ajang talenta BPTI (Balai Pengembangan Talenta Indonesia), O2SN tahun 2025 diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen tersebut. Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dirancang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada saat ini, sehingga diarahkan memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional.

BPTI memiliki peran penting dalam pemetaan, asesmen, pelatihan, hingga kemitraan untuk mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang. Fokusnya adalah pada prestasi talenta, yang berbeda dari prestasi akademik. Prestasi talenta didasarkan pada minat dan bakat, sementara prestasi akademik berdasarkan hasil belajar formal.

Dalam PP No. 17/2010, disebutkan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi siswa berbakat untuk mencapai puncak prestasi dalam sains, teknologi, seni, dan olahraga. Untuk itu, BPTI mengemas tiga layanan utama: Asesmen TalentaPelatihan Talenta, dan Ajang Talenta—semua dirancang untuk menguji dan mengembangkan potensi siswa hingga mencapai prestasi terbaik.

Hari ini, Jum’at 18 Juli 2025, SMP Muhammadiyah 4 berhasil menelurkan seorang siswa yang memiliki talenta dalam bidang pencak silat. Daffa Nurcahya yang saat ini duduk di kelas 8ICT berhasil merebut juara 2 dalam ajang O2SN tingkat Kota Yogyakarta.

Insya Allah prestasi ini akan membawa kemaslahatan dan penuh kesyukuran terutama keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Tak lupa kami berterima kasih kepada Bapak Joko Susilo, S.Pd. yang telah berhasil membimbing Ananda Daffa sehingga dapat mencapai beberapa prestasi.

DEMO EKSTRAKURIKULER

DEMO EKSTRAKURIKULER

DAY TWO MPLS 2025/2026 SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta berlangsung meriah dan berkesan. Di hari kedua MPLS Selasa, 15 July 2025 rangkaian kegiatan penanaman karakter serta peningkatan minat dan bakat anak ditampilkan.

Materi ppertama di hari kedua ini diisi oleh Polresta Yogyakarta mengenai “Kenakalan Remaja dan Bullying” hal ini menjadi salah satu issue yang harus di angkat mengingat banyaknya kejahatan yang dilakukan remaja. Selain itu peringatan terkait aturan berkendara bagi anak di bawah 17 tahun juga menjadi perhatian agar tidak ada terjadinya kecelakaan yang disebabkan anak di bawah umur.

Materi selanjutnya adalah tentang “Kebencanaan” oleh PDM Kota Yogyakarta. Hal ini menjadi salah satu langkah awal bagi pengenalan anak remaja terkait tanda-tanda bencana dan cara menyelamatkan diri saat terjadi hal tersebut. Selanjutnya terkait “Kesehatan Remaja” di isi oleh Puskesmas Pakualaman . Pada materi ini siswa diajak mengenali diri sendiri dan juga mental yang dihadapi. Anak diajak untuk berani mengungkapkan apa yang dirasakan dan juga mencegah adanya gangguan mental di usia dini.

Selain itu penampilan “Demo Ekstrakurikuler” yang ada di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta menjadi ajang untuk menarik bakat dan minat anak. Tampilan ini selain menggaet siswa kelas VII untuk mengikuti program ektrakurikuler tetapi sebagai wujud hasil dari keberhasilan ekstra di MUPAT itu sendiri. Banyak juara yang telah didapatkan melalui ekstrakurikuler di sekolah. Maka dari itu penampilan kakak kelas menjadi motivasi bagi siswa baru kelas VII.

Kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2025/2026

Kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2025/2026

Senin, 14 July 2025 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP MUHAMMADIYAH 4 YOGYAKARTA hari pertama telah dilaksanakan. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh 109 siswa baru dengan semangat dan seru.

Kegiatan MPLS hari pertama selain memberikan pengenalan lingkungan sekolah, pembekalan materi yang dapat menumbuhkan karakter siswa juga berikan. Pada materi pertama siswa diberikan bimbingan oleh bapak Erfin Widyanto, S. IP selaku kepala sekolah sebagai bekal awal untuk mengenal dan mencintai sekolah.

Selanjutnya siswa diberikan materi terkait “Pelajat Anti Narkoba” yang diisii langsung oleh ibu Dewi Suciati, S.H dari pihak BNN Kota Yogyakarta. Materi ini penting diberikan guna memberikan pembekalan terkait bahaya obat terlarang terlebih lagi kepada anak usia dini.

Selain itu pembekalan karakter diberikan melalui materi “Keislaman dan Ke Muhammadiyah” oleh guru agama Bapak Waduk Nuri, S.Hum.,M.Pd dan juga “Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan” oleh Danramil Kota Yogyakarta.

Pemberian ketugasan bagi siswa baru memberikan pelatihan terkait tanggung jawab dan kritikal thinking. MPLS SMP MUHAMMADIYAH 4 YOGYAKARTA akan berlangsung dari tanggal 14-16 July 2025. Tunggu dan nantikan keseruan kami. See you

Ahlan wa Sahlan

Ahlan wa Sahlan

Sudah menjadi kegiatan rutin pada awal tahun pelajaran baru. Siswa baru kelas VII secara resmi menjadi keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Untuk itu, perlu diperkenalkan mulai dari sarana yang tersedia sampai pada kebiasaan di sekolah.

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan MOS (Masa Orientasi Siswa) adalah dua istilah yang sering digunakan untuk kegiatan pengenalan sekolah bagi siswa baru, namun keduanya memiliki perbedaan signifikan. MPLS adalah istilah yang lebih baru dan lebih menekankan pada kegiatan edukatif dan pengenalan lingkungan sekolah secara menyeluruh, sedangkan MOS cenderung identik dengan kegiatan orientasi yang lebih tradisional dan terkadang melibatkan unsur perpeloncoan. 

Alasan mengapa masa pengenalan lingkungan sekolah penting adalah karena keadaan baru yang dialami oleh siswa baru dapat menimbulkan rasa cemas dan kebingungan. Masa orientasi juga memberikan kesempatan bagi siswa baru untuk mengenal peraturan dan tata tertib sekolah, serta mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah tersebut.

Dengan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, diharapkan siswa baru akan lebih siap dan termotivasi untuk menghadapi tantangan belajar di lingkungan baru mereka.

MPLS bertujuan untuk mengenalkan mereka pada lingkungan sekolah, aturan, program, dan warga sekolah. 

  • Mengenalkan lingkungan sekolah:

Memperkenalkan lokasi, fasilitas, dan infrastruktur sekolah kepada siswa baru. 

  • Membantu adaptasi:

Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, termasuk teman, guru, dan staf sekolah. 

  • Menumbuhkan motivasi:

Menumbuhkan motivasi dan semangat belajar pada siswa baru. 

  • Membangun interaksi positif:

Mengembangkan interaksi positif antara siswa baru dan warga sekolah lainnya. 

Senin, 14 Juli 2025, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta menyapa dengan penuh kekeluargaan. Bapak Erfin Widyanto, S.IP selaku Kepala Sekolah mengharapkan agar semua siswa memiliki etos belajar yang tinggi, disiplin dan penuh tanggungjawab. Khusus kelas IX, diberi wejangan agar sedari awal untuk mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Karena tes ini (mungkin) barang baru bagi siswa, maka siswa kelas IX harus mengenal apa, fungsi dan tujuan TKA.

Ada juga pemandangan baru di sekolah, bahwa tahun pelajaran ini, kelas bertambah. Secara otomatis, pengajarpun harus bertambah. Ada lima guru baru, yaitu Ibu Raden Ajeng Syarifah Nur Annisa Ariyanto Soejoto, S. Si. Sebagai guru matematika. Ibu Anindia Amalia Ulfah, M. Pd, mengampu Seni Budaya dan Ketrampilan. Bapak Rafik Tri Hardian, M.Pd. sebagai Guru Pendidikan Agama Islam. Ibu Risna, S.Pd. membidangi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan Bapak Doni Alfarisi,S.Kom yang akan mengajar Informatika.

Jadwal MPLS dan Fortasi