Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah kegiatan pengukuran capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu. TKA dirancang sebagai asesmen pengganti Ujian Nasional (UN) dan bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa, bukan hanya hafalan. Payung hukum utama yang menjadi landasan penyelenggaraan TKA adalah Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik.
Perihal TKA
Mengapa Ada TKA
Mengukur capaian akademik siswa secara terstandar, obyektif
Status
Tidak wajib dan bukan penentu kelulusan
Untuk Apa?
1. Seleksi masuk 2. Pemetaan mutu 3. Evaluasi proses pemelajaran
Macam Pelajaran, Waktu dan Jumlah Soal
Mata Pelajaran
Waktu
Jumlah Soal
Matematika
60 menit
30
Bahasa Indonesia
60 menit
30
Apa saja yang diukur?
> Pengetahuan Matematika < > Representasi Matematis < > Penalaran dan Penggunaan Logika Matematika < > Pemecahan masalah Matematis < > Koneksi Matematis <
Materi
Elemen
Sub Elemen
Bilangan
Bilangan Real
Geometri dan Pengukuran
Obyek Geometri Transformasi Geometri Pengukuran
Data dan Peluang
Data Peluang
Al Jabar
Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Bentuk Aljabar Fungsi Barisan dan Deret
Bentuk Soal
> Pilihan Ganda < > Pilihan Ganda kompleks Katagori < > MCMA (Multiple Choise Multiple Answer <
Contoh soal Pilihan Ganda
Pesawat penumpang sipil adalah pesawat terbang atau pesawat udara yang digunakan untuk mengangkut penumpang sipil beserta bagasi dan kargo dengan kapasitas tertentu. Umumnya, terdapat tiga kelas layanan pesawat, yaitu kelas ekonomi, kelas bisnis, dan kelas satu (first class). Pada suatu hari, sebuah pesawat penumpang mengangkut penumpang kelas bisnis dan kelas ekonomi. Setiap penumpang kelas bisnis rata-rata membawa bagasi 15 kg, sedangkan penumpang kelas ekonomi rata-rata membawa bagasi 20 kg. Banyak tiket yang terjual sebanyak 195 tiket dan total bagasi yang diangkut 38 kwintal. Selisih banyak penumpang kelas ekonomi dan kelas bisnis adalah … A. 145 orang B. 155 orang C. 165 orang D. 175 orang
Contoh soal Pilihan Ganda Kompleks Katagori
Andika mempunyai uang Rp300.000,00 dan ia mengunjungi pusat perbelanjaan untuk membeli sepatu. Dua toko yang ia kunjungi memberikan harga sama Rp400.000,00 dengan diskon yang berbeda
Menurut penjelasan penjaga pada kedua toko:
Toko Jaya memberikan diskon 30% untuk setiap barang tanpa syarat dan ketentuan tertentu.
Toko Baru memberikan diskon ganda artinya harga sepatu didiskon 25% kemudian harga setelah diskon tersebut didiskon lagi sebesar 10%. Dari keterangan di atas, Andika menyimpulkan bahwa
Pernyataan
Ya
Tidak
Toko Baru memberikan diskon 35%
Andika akan membayar sebesar Rp270.000,00 jika ia membeli sepatu di Toko Baru
Selisih harga sepatu setelah didiskon di Toko Jaya dan Toko Baru adalah Rp10.000,00
Proklamasi ini bukan sekadar sebuah peringatan rutin yang berisi upacara, baris-berbaris, pidato dan seremonial lainnya. Proklamasi merupakan manifestasi jiwa dan tekad seluruh bangsa Indonesia untuk merdeka. Proklamasi ini menjadi titik balik, dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang berdaulat dan menentukan nasibnya sendiri.
Diingatkan kembali, bahwa Proklamasi ini sebagai pedoman. Proklamasi mengajarkan kita tentang keberanian, persatuan, dan keteguhan hati. Ia mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan yang harus terus kita jaga dan isi dengan pembangunan yang adil dan makmur.
Minggu, 17 Agustus 2025 SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta kembali dipercaya untuk mengibarkan sang saka merah putih, dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.
Bertempat di Lapangan Swandanan Kemantren Pakualaman, upacara diikuti instansi pemerintah, lembaga dan segenap lapisan masyarakat. Semua berbaur hanya sebuah tujuan yaitu mensyukuri nikmat kemerdekaan. Delapan Puluh tahun sudah usia Indonesia secara de jure. Dunia mengakui kedaulatan Bangsa Indonesia.
Di sekolah sendiri, juga dilaksanakan upacara bendera yang diikuti oleh semua guru, karyawan, siswa dan mahasiswa PPL dari Universitas Ahmad Dahlan. Secara kebetulan juga, mereka (mahasiswa) dapat melaksanakan petugas upacara dengan tertib dan mampu melaksanakan tugas dengan baik.
PPL adalah singkatan dari Praktik Pengalaman Lapangan. Ini adalah program atau kegiatan yang dirancang untuk memberikan mahasiswa (terutama di bidang pendidikan) pengalaman langsung di lapangan, khususnya di lingkungan sekolah, untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas. Tujuannya, untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga pendidik yang profesional.
Tujuan dari PPL lainnya antara lain untuk membentuk mahasiswa praktikan menjadi calon guru atau calon tenaga kependidikan lain yang profesional, sesuai prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi profesional, personal dan kemasyarakatan.
KKN adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang wajib diikuti oleh mahasiswa di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus, serta membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.
Sejarah KKN dapat ditelusuri kembali ke tahun 1960-an di Indonesia. Program ini diperkenalkan untuk pertama kalinya pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Pada awalnya, KKN dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta sebagai bagian dari program “Kuliah Kerja Rakyat.” Tujuan utama program ini adalah untuk membantu pembangunan pedesaan, memperkenalkan mahasiswa dengan kondisi di pedesaan, dan mengembangkan sikap kepemimpinan serta kepedulian sosial. Namun, selama beberapa tahun terakhir, program KKN di Indonesia juga telah menghadapi beberapa kontroversi. Beberapa laporan menyebutkan adanya penyalahgunaan dan pelanggaran etika dalam pelaksanaan program ini, seperti pengabaian masalah masyarakat setempat, kurangnya pengawasan, dan pengaruh politik yang merugikan. SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta menerima PPL dan KKN sekaligus, mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sebagaimana tujuan dari KKN dan PPL, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta dan masyarakat setempat dalam memberi peluang kepada mahasiswa untuk mengembangkan ilmunya. Adapun pesertanya adalah sebagai berikut:
Secara sederhana, talenta adalah pola pikir, perasaan, dan perilaku yang produktif dan alami pada diri seseorang. Ini adalah bawaan atau potensi yang memungkinkan seorang anak dalam melakukan sesuatu dengan sangat baik, sering kali lebih unggul dari orang lain, dan merasa nyaman saat melakukannya.
Talenta bukanlah sekadar keterampilan yang bisa dipelajari. Meskipun keterampilan bisa diasah melalui latihan, talenta adalah dasar bawaan yang membuat proses belajar dan berkembang menjadi lebih cepat dan efektif di bidang tertentu.
Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengetahui talenta, antara lain dengan mengevaluasi hobi. Kesenangan yang melekat dalam diri kita, dapat untuk mengetahui talenta seseorang. Hobi dilakukan dengan mengisi waktu luang. Namun untuk memperoleh talenta yang sesungguhnya, bukan hanya mengisi waktu luang. Talenta diasah dengan melakukan berkali-kali, dengan latihan yang rutin.
Perbedaan Talenta, Bakat, dan Keterampilan
Bakat (Aptitude). Ini adalah potensi alami atau kemampuan bawaan seseorang untuk mencapai prestasi di bidang tertentu. Bakat adalah “benih” yang ada sejak lahir, yang perlu dikembangkan.
Talenta (Talent) adalah hasil dari pengembangan bakat. Ketika bakat diasah dan digabungkan dengan pengetahuan serta pengalaman, ia akan berubah menjadi talenta. Talenta adalah bakat yang sudah matang dan terwujud dalam kinerja yang luar biasa.
Keterampilan (Skill) merupakan kemampuan praktis yang diperoleh melalui proses belajar dan latihan. Keterampilan dapat dimiliki oleh siapa saja, terlepas dari bakat atau talenta mereka, namun orang dengan talenta yang relevan akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut.
Senin, 4 Agustus 2025 merupakan hari yang ceria dan meriah. Sisa menampil kemampuan seni maupun ketrampilan dihadapan teman-temannya. Demikian pula Bapak dan Ibu guru tak ketinggalan untuk mengolah ketrampilan, khususnya dalam masak memasak. Berbagai jenis masakan disajikan dengan bahan dasar protein (tahu).
Berkenan sebagai yuri untuk got talent dipercayakan kepada Bapak Deni, Ibu Rianingsih dan Bapak Priyoto. Sedangkan untuk lomba masak dipercayakan kepada komite sekolah.
Perolehan kejuaraan sebagai berikut:
A. Lomba Pawai Juara 1 : Kelas VIIIA Juara 2 : Kelas IXB Juara 3 : Kelas VIIIB B. Lomba Got Talent Juara 1 : Kelas 9D Juara 2 : Kelas 9B Juara 3 : Kelas 7C C. Lomba Masak Juara 1 : Kelompok 1 Juara 2 : Kelompok 4 Juara 3 : Kelompok 6
Hari ini, tujuh puluh tahun yang lalu, kami lahir.
Hari ini, tujuh puluh tahun yang lalu, kami melihat dunia
Hari ini, tujuh puluh tahun yang lalu, kami ingin menjadi pemimpin
Jum’at 1 Agustus 2025, tak dapat dipungkiri bahwa keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta bersuka cita dalam rangka memperingati hari kelahiran yang ke-70. Rasa suka ini akan kami bagikan kepada semua saja yang concern terhadap dunia pendidikan. Masa depan akan selalu cerah bila pendidikan diutamakan dalam setiap lini kehidupan. Pendidikan akan menjadi pilihan utama untuk menapaki kehidupan liku-liku kehidupan.
Kami akan selalu bersyukur meski usia akan terus menua. Sebab kami percaya, ada pemeo yang selalu dipegang oleh warga Muhammadiyah, bahwa sebelum patah, akan tumbuh generasi yang baru. Sehingga tidak ada kekosongan generasi. Dahlan-Dahlan muda akan selalu bermunculan mengisi kekosongan kepemimpinan. Bukan hanya menyelipkan kehampaan, namun juga mampu mengembangkan dan menyempurnakan persyarikatan.
Memperingati hari ulang tahun kelahiran seseorang atau organisasi, termasuk masalah ijtihadiyah. Tidak ada nash yang menunjukkan atau dapat dijadikan dasar secara langsung dalam menetapkan hukumnya. Dasar-dasar umum agama Islam terkandung dalam al-Qur’an dan as-Sunnah dapat dijadikan dasar dalam menetapkan hukumnya.
Dalam milad tersebut hadir dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bapak Ananta Heri Pamono, SE, MM. Dalam sambutannya menyinggung maslah mutu pendidikan. Bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak datang hanya dari sekolah, atau persyarikatan saja. Mutu pendidikan diangkat dari berbagai sektor, termasuk orangtua dan lingkungan.
Turut hadir pula dari Majelis Pendidikan Dasar, Mengah dan Pendidikan Non Formal Bapak Dr. Ishafit, M.Si. Turut hadir pula Kepala Kemag Kota Yogyakarta, Kemantren Pakualaman, Kelurahan serta RT dan RW. Tampak mantan Kepala Sekolah dan guru serta tenaga pendidian yang sudah mengabdi di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.
Acara diakhir dengan menyanyikan lagu Mars SMP Muhammadiyah sebagai sumbu untuk membakar energi agar semangat dan terus menyala.
Tidak mudah merangkai peristiwa tujuh puluh tahun yang lalu hingga kini, yang turukur tanpa jeda. Kesulitan yang paling hakiki adalah, karena pelaku sejarah sudah banyak yang meninggal. Sedangkan budaya yang dianut masyarakat hingga kini adalah budaya lisan. Sehingga tidak meninggalkan jejak secara tertulis. Banyak yang mengira bahwa SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta baru berumur sekitar dua puluh tahunan, hanya karena memandang Gedung yang sekarang.
Tampak depan gedung SMP Muh 4 di Jl. Sultan Agung sekitar tahun 1994
Tulisan berikut sebenarnya hanya gambaran sekilas tentang perjalanan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, dengan bersumber dari lisan ke lisan meskipun kurang valid.
Awalnya adalah SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang terletak di Jalan Sultan Agung No. 14 (sekarang menjadi kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta). Dilihat dari lokasinya memang strategis, karena masuk dalam jalur H Kota Yogyakarta. Lagi pula, dekat dengan pusat pemerintahan kerajaan Mataram, yaitu Pakualaman.
Sekolahnya Pembantu
Kemunculan SMP Muhammadiyah 7 karena desakan dari masyarakat, yaitu menampung para pembantu rumah tangga yang ingin mengenyam pendidikan. Oleh Pimpinan Muhammadiyah Daerah diberi lahan di jalan sultan agung. Sarana yang ada juga sangat memprihatinkan. Sebagai gambaran, saat itu seorang guru harus membawa kapur (alat tulis waktu itu) sendiri, karena memang keterbatasan peralatan yang dimiliki. Namun demikian sekolah tetap berjalan meskipun penuh dengan prahara.
Saat sekolah tidak memiliki keuangan, merekalah yang sebenarnya membiayai sebagian besar kebutuhan pendidikan
Saat Muhammadiyah menerima usul dari masyarakat agar pembantu rumah tangga dibantu untuk melek pendidikan, Muhammadiyah memtuskan untuk membuka kelas siang atau sore. Gedung yang saat itu memenuhi syarat untuk menempung mereka adalah di SMP Muhammadiyah 2. Jadilah, beberapa pembantu rumah tangga, yang awalnya tidak ada 10 orang yang mau meluangkan waktu belajar.
Hambatan sudah pasti ada. Sekolah yang hanya satu kelas, itupun tak lebih dari 10 orang, namun semangat Bapak dan Ibu guru untuk mencerdaskan anak bangsa tak pernah luntur. Bahkan animo untuk masuk ke SMP Muhammadiyah 7 semakin besar. Hal ini terbukti setiap tahun jumlah siswa semakin meningkat. Hingga akhirnya menerima dua kelas. Peserta didik juga sudah mulai berkembang. Bukan hanya pembantu rumah tangga. Tetapi anak lulusan SD sudah berminat masuk ke SMP Muhammadiyah 7.
Sekolah Nomaden
Dari sekian banyak SMP Muhammadiyah yang ada di Kota Yogyakarta, hanya SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang dikenal dengan sekolah nomaden, berpindah tempat. Sejak berdiri, telah berpindah sebanyak enam kali. Bermula dari Jl. Sultan agung, pindah ke jl. Bayangkara (sekarang SD Muhammadiyah Ngupasan atau sebalah barat RS PKU Muhammadiyah). Waktu jam belajar masih tetap siang atau sore hari. Hanya beberapa tahun pindah lagi ke jl. Sultan Agung. Mengapa kembali lagi? Karena SMP Muhammadiyah 2 (Putri) telah pindah di jalan Kapas Yogyakarta.
Di jalan Sultan Agung, jam belajarnya sudah berubah menjadi pagi hari. Dari sinilah, sekolah sudah menerapkan manajemen yang lumayan baik. Sarananya juga sudah layak pakai, meskipun bekas dari SMP Muhammadiyah 2. Disini pula sekolah berbarengan dengan kantor PDM yang hanya berbagi sekat. Jumlah kelas telah berkembang, dari tig akelas menjadi empat kelas.
Tahun 1993, terjadi booming. Lulusan SD melimpah, sehingga hampir semua sekolah SMP menambah kelas, termasuk SMP Muhammadiyah 4 yang menjadi empat kelas parallel. Mutu lulusan SD pun waktu itu lumayan bagus. Boleh dikatakan Mupat panen prestasi. Baik dari segi akademik maupun non akademik. Berpijak dari, sekolah terus memperbaiki saran dan kelengkapan alat pemelajaran, yang pada akhirnya juga meningkatkan mutu pendidikan.
Roda pergerakan organisasi persyarikatan tahun demi tahun meningkat, baik kwalitas maupun kwantitasnya. Melalui Musyawarah Daerah (Musyda) 1995 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan atas desakan dari peserta musyda, mengamanatkan agar PDM memiliki Gedung yang presentatif. Karena lahan yang ada di jalan sultan agung dianggap memenuhi syarat, maka dibangunlah Gedung PDM. Dari sini, keadaan kelas terdesak.
KGPAA Paku Alam VIII meresmikan Gedung SMP Muh 4 di Jl. Ki Mangunsarkoro 43 Yogyakarta
Dicarilah Gedung yang layak untuk proses belajar mengajar. Ketemulah sebuah Gedung di belakang Pura Pakualaman, namanya Akademi Akutansi dan Bank (AKUB), yang waktu itu dalam keadaan tidak terpakai. Disewalah Gedung tersebut yang berdurasi hanya satu semester. Kami pun harus pindah lagi ke jalan sultan agung, yang saat itu sudah jadi.
Dalam kebingungan mencari lahan untuk tempat belajar anak Mupat, tiba-tiba ada seorang kerabat Kraton Pakualaman, namanya Bapak Adi Sugondo yang berniat mewakafkan tanah beserta Gedung untuk Muhammadiyah. Lokasinya di Jl Kimangunsarkoro 43 Yogyakarta, yang sekarang ditempati.
Ibu Adi Sugondo meresmikan masjid Banaran
Waktupun bergulir detik demi detik, hingga tahun ke tahun. Ternyata, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta merasa kurang lahan untuk proses belajar mengajar. Bila dahulu kekurangan ruang hanya untuk menampung siswa, sekarang merasa kekuarangan karena digunakan untuk aktivitas. Saat ini membutuhkan ruang untuk pengembangan potensi anak, agar anak dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya.
Mantan Kepala SMP Muhammadiyah 4 YogyakartaAda DR Agus Sutikno. Ketua Alumni SMP Muh. 4 JogjaPramuka jaman dulu. Belum bergelar HWAda AlumniBapak Aris Thobirin saat masih slimPaskibraka Mupat pada suatu masaSedang belajar bagaimana agar mouse tidak jatuh dari mejaSaat milad Mupat ke-50Calon ruang Lab Komp 1