Proyek Lintas Mata Pelajaran (PLMP)

Proyek Lintas Mata Pelajaran (PLMP)

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah kegiatan ko kurikuler dalam kurikulum Merdeka. Untuk saat ini P5 sudah almarhum, diganti dengan Proyek Lintas Mapa Pelajaran (PLMP).

Proyek lintas mata pelajaran adalah kegiatan belajar berbasis proyek yang mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran untuk memecahkan masalah nyata atau mengembangkan suatu produk. Siswa siswa didorong untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengembangkan keterampilan abad 21 sambil melihat keterkaitan antara disiplin ilmu.

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, pada tanggal 1 – 8 Oktober 2025 melaksanakan PLMP, dengan berbagai aktivitasnya. Kegiatan ini ditujukan kepada semua siswa, agar siswa mampu mengembangkan potensi dirinya. Tema yang diambli kali ini adalah “Generasi Muda, Sehat, Tangguh dan Berprestasi. Tema ini dibagi menjadi sub-sub tema. Tiap kelompok memilih salah satu dari sub tema yang dipilih.

Diharapkan dengan adanya proyek ini, siswa dapat terbantu mengaitkan antar mata pelajaran dan ilmu pengetahuan, yang meliputi

Pemelajaran Kontekstual:

Menghubungkan materi pelajaran dengan masalah dunia nyata dan kehidupan siswa, sehingga pembelajaran terasa lebih bermakna

Pengembangan Keterampilan:

Mengasah keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, manajemen waktu, dan komunikasi. 

Penguatan Profil Pelajar Pancasila:

Membantu mewujudkan dimensi-dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, mandiri, dan berkebinekaan global. 

Karakteristik PLMP antara lain:

  • Siswa memiliki kesempatan untuk membuat keputusan dan membuat kerangka kerjanya sendiri
  • Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya
  • Siswa merancang proses untuk mencapai hasil belajar
  • Siswa bertanggung jawab dalam mendapatkan informasi dan mengelolanya dengan baik
  • Siswa melakukan evaluasi secara kontinu
  • Secara teratur siswa memeriksa kembali apa yang telah mereka kerjakan
  • Hasil akhir berupa produk dan dievaluasi kualitasnya
  • Guru akan memberi toleransi terhadap kesalahan dan perubahan
Gaya Hidup

Gaya Hidup

Gaya hidup seseorang, diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opini. Orang dari komunitas tertentu, gaya hidupnya berbeda dengan komunitas yang lain. Menurut Kotler, pola hidup seseorang yang terungkap dalam semua kegiatan yang dipengaruhi oleh lingkungan.

Menurut Piliang, gaya hidup menurut kombinasi antara cara, kebiasaan, pilihan yang mendukung sistem kepercayaan.

Gaya hidup, sedikit banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan kebiasaan masyarakat di sekitar. Seorang pekerja memiliki tingkatan gaya hidup yang dipengaruhi oleh lingkungan kerjanya. Seorang pelajar, juga tergoda oleh teman-teman di kelas atau sekolah.

Bonus demografi yang dialami oleh generasi sekarang akan berdampak pada kehidupan di masa depan, terutama dilakukan oleh usia produktif (15 – 64 tahun). Jika dimanfaatkan dengan maksimal, bonus demografi dapat merubah perekonomian negara dari negara berkembang menjadi negara maju. Dalam mendukung memaksimalkan bonus demografi tersebut maka Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang unggul dan produktif di Abad ke-21.

Oleh karena itu, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam Pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan baik secara akademik, fisik, maupun psikologis. Salah satu langkah realistis untuk melahirkan peserta didik yang unggul adalah dengan memberikan pembelajaran mengenai isu-isu kependudukan yang dapat digunakan sebagai dasar gaya hidup berkelanjutan.

Ada tiga target yang akan dilakukan oleh siswa kelas VII dan VIII dalam rangka pemelajaran P5. Antara lain:

  1. Isu-isu kependudukan adalah  berbagai hal yang berkaitan dengan kependudukan
  2. Stunting yang merupakan salah satu permasalahan kependudukan adalah eadaan di mana tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata untuk usianya karena kekurangan nutrisi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama hal ini karena urangnya asupan gizi pada ibu selama kehamilan atau pada anak saat sedang dalam masa pertumbuhan.
  3. Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.