SYAWALAN GURU DAN KARYAWAN MUPAT, SATUKAN TANGAN DAN HATI DI HARI YANG FITRI

SYAWALAN GURU DAN KARYAWAN MUPAT, SATUKAN TANGAN DAN HATI DI HARI YANG FITRI

Dalam rangka memperingati hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi serta mempererat tali silaturahmi, guru dan karyawan keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengadakan kegiatan syawalan dan halal bihalal. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 29 Maret 2026 dan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta tanpa terkecuali. Para guru purna bakti pun turut serta meramaikan dan menghangatkan acara syawalan ini.

Tema syawalan dan halal bihalal yaitu “Dengan hati yang bersih, kita bangun kebersamaan yang lebih baik”. Acara dibuka dengan pembacaan kalam ilahi. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya, dan mars SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Acara berikutnya yakni pembacaan ikrar syawalan dan sambutan Kepala SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta serta sambutan dari beberapa tamu undangan.

Acara inti pada syawalan dan halal bihalal ini yakni Talk Show dengan narasumber Ibu Riyaningsih S.Pd. dan Bapak Ahmad Zainal Fanani, S.Pd. M.A. selaku guru yang pernah mengabdi di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Acara Talk Show berjalan dengan santai dan menyenangkan. Ibu Riyaningsih dan Bapak Zainal berbagi pengalaman mengajar di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Momen ini menebarkan tawa dan hawa nostalgia. Selain itu Ibu Riyaningsih dan Bapak Zainal turut menyampaikan saran serta harapan bagi SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta ke depannya.

Acara terakhir yaitu halal bihalal. Seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta saling bersalaman dan bermaafan. Momen ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi para guru baru untuk mengenal guru-guru yang pernah mengabdi di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta tercinta. Acara ditutup dengan makan bersama.

Kegiatan syawalan dan halal bihalal ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, introspeksi diri, serta berbagi kebahagiaan dan rezeki.

Pentasyarufan Zakat

Pentasyarufan Zakat

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat jalinan kepedulian sosial dan menjalankan kewajiban keagamaan, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta melaksanakan Pentasyarufan Zakat. Kegiatan ini sebagai bentuk ujud nyata dari program sekolah.

Zakat yang berasal dari bentuk kata “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan.

Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan, dan pensuci dari dosa-dosa.

Dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]: 103).

Menurut istilah dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.

Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Komitmen SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta dalam melaksanakan syariat, tercermin dari pengumpulan zakat dari siswa ataupun orang tua, dan memperoleh uang sebanyak Rp.12.675.000 (Duabelas Juta Enamratus Tujuh Puluh Liam Ribu Rupiah), beras terkumpul 845 Kg.

Dari data yang diperoleh tersebut disalurkan ke lingkungan sekolah dan

  1. PDM Kota Yogkarta
  2. Lazismu PDM Kota Yogyakarta
  3. Nurani-Insani
  4. Panti Asuhan Khodijah
  5. Lazismu PCM Pakualaman
  6. Kokam PCM Pakualaman
  7. SD Muhammadiyah Pringgokusuman
  8. SD Muhammadiyah Notoprajan
  9. Pondok Pesantren al Amin
Mufourta Berbagi

Mufourta Berbagi

Salah satu tradisi di bulan Ramadhan yang biasa dilakukan masyarakat adalah berbagai takjil gratis. Tradisi ini banyak terlihat jelang buka puasa di berbagai lokasi baik itu di jalan-jalan maupun di masjid-masjid. Semangat berbagi ini memiliki makna secara agama maupun sosial. Spirit berbagi ini tidak lepas dari dorongan agama yang menganjurkan umatnya untuk berbagi keberkahan dengan sesama

Jum’at 6 Maret 2026, Komite SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta kembali menggelar acara “Mufourta Berbagi” (SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta Berbagi. Seperti tahun yang lalu, kegiatan ini terselenggara di depan sekolah, tepatnya di Jalan Ki Mangunsarkoro No. 43 Yogyakarta.

Kali ini, Komite berhasil menghimpun sekitar 800 kotak takjil yang diberikan secara Cuma-cuma kepada masyarakat yang kebetulan melewati jalan tersebut. Karena jalan tersebut satu arah, memudahkan bagi komite untuk membagi, yang tidak sampai satu jam, semua kotak takjil dapat terdistribusikan.

Tujuan utama komite melaksanakan kegiatan ini antara lain:

Meningkatkan rasa kepedulian dan empati. Berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Seperti pekerja harian, musafir, atau masyarakat kurang mampu.

Mempererat hubungan sosial Tradisi berbagi takjil sering dilakukan secara kolektif, baik oleh keluarga, komunitas, maupun organisasi. Ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial, membangun kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di masyarakat.

Memperkuat budaya gotong royong dan filantropi Bulan Ramadhan yang sering kali menjadi momentum untuk meningkatkan kegiatan sosial.

Meringankan beban sesama dalam membantu meringankan beban sebagian orang, sehingga mereka bisa berbuka tepat waktu, tanpa harus mengkhawatirkan makanan

Menumbuhkan sikap dermawan dan ikhlas Ramadhan mengajarkan nilai-nilai kedermawanan dan keikhlasan dalam memberi. Berbagi takjil menjadi salah satu bentuk latihan untuk berbagi tanpa mengharapkan balasan, melainkan semata-mata untuk menebar kebaikan

Ramadhan di Mufoarta

Ramadhan di Mufoarta

Pesantren Ramadhan, atau yang juga dikenal sebagai Pesantren Kilat, merupakan salah satu program al Islam dan Kemuhammadiyahan yang digelar di sekolah. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi siswa dan generasi muda untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak, serta memperkuat karakter spiritual.

Dengan materi yang beragam, mulai dari tadarus, praktek wudlu, sholat gerhana hingga pengajian, pesantren ramadhan menjadi sarana efektif untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Adapun tujuan dari pesntren Ramadhan antara lain

Meningkatkan Pemahaman Agama. Salah satu tujuan utamanya adalah membantu peserta lebih memahami ajaran Islam secara teori dan praktek. Pesantren Ramadhan juga bertujuan membangun akhlakul karimah. Ceramah dan praktik adab harian memberikan pengalaman langsung untuk membentuk perilaku yang lebih disiplin, santun, dan penuh tanggung jawab.

Nilai-nilai seperti kejujuran, empati, kepedulian sosial, dan kesederhanaan ditanamkan melalui aktivitas harian.

Melatih Disiplin dan Manajemen Waktu, menumbuhkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Mempererat Kebersamaan dan Jiwa Sosial. Selama kegiatan pesantren, peserta dilatih mematuhi jadwal yang teratur mulai dari ibadah hingga aktivitas pembelajaran. Kegiatan tadarus dan hafalan menjadi bagian penting Pesantren Ramadhan. Tujuannya adalah menumbuhkan kecintaan peserta terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara adalah Om Igo yang lebih terkenal dengan sulap syariah. Dalam menjalankan prakteknya, tak sedikit mutiara-mutiara Ramadhan disampaikan dengan penuh humor. Sedangkan kelas VIII bersama dengan Ustadz Yafit Musthofa. Kajian-kajiannya tak hanya berbicara masalah spiritual, tetapi diberikan pula motivasi, dan kiat-kiat hidup di zaman yang semakin memudar akhlaknya.

Pada akhirnya, Pesantren Kilat membantu peserta memanfaatkan bulan Ramadhan dengan aktivitas penuh nilai ibadah. Mereka diajak menjalani Ramadhan dengan lebih fokus, produktif, dan penuh makna.

Mengkonsumsi Mikroplastik

Mengkonsumsi Mikroplastik

Tanpa kita sadari, hampir setiap hari kita mengkonsumsi mikropastik. Hasil Riset Micro Ecoton Sofi Azilan Aini mengatakan masuknya Mikroplastik ke dalam tubuh melewati tiga jalur. Inhalasi (pernapasan), konsumsi makanan dan paparan kulit.

Mikroplastik bukan sekadar “sampah kecil”, karena ukurannya yang mikroskopis (kurang dari 5 milimeter) namun dampaknya makroskopis. Namun, yang paling berbahaya justru yang jauh lebih kecil, hingga skala nanometer (nanoplastik), yang bisa menembus membran sel manusia.

Mikroplastik telah ditemukan di tempat-tempat yang paling tidak terduga. Mulai dari puncak Gunung Everest, sampai di dasar Palung Mariana. Dalam kehidupan sehari-hari, mikropastis dapat ditemukan di:

Sumber utama mikroplastik antara lain

  1. Mikroplastik Primer: Sengaja diproduksi dalam ukuran kecil. Contoh: Microbeads pada pembersih wajah, lulur, atau pelet plastik industri (nurdles) yang digunakan sebagai bahan baku manufaktur.
  2. Mikroplastik Sekunder: Hasil degradasi dari benda plastik yang lebih besar. Contoh: Serat sintetis yang lepas saat mencuci baju (poliester/nilon), pengikisan ban mobil saat bergesekan dengan aspal, atau botol plastik yang hancur karena sinar UV dan ombak di laut.

Bila tidak hati-hati dalam memanfaatkan bahan-bahan yang tersebut di atas, maka akan mengancam kesehatan. Karena mikroplastik mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti: dioksin (senyawa beracun yang merupakan polutan organic), polietilen (polimer plastic yang banyak digunakan dalam industry kimia) dan polipropilen (banyak digunakan untuk wadah makanan, kemasan, dan produk rumah tangga).

Dampak bagi Kesehatan antara lain

  1. Kanker. Endapan mikroplastik yang tidak dapat dicerna tubuh, sehingga menimbulkan iritasi hingga memicu peradangan.
  2. Gangguan Hormon. Zak aditif dalam plastic dapat mengganggu system endokrin, memicu ketidak stabilan.
  3. Penurunan Imunitas. Mikroplastik dapat mengganggu system kekebalan tubuh dan menyebabkan perubahan DNA
  4. Masalah pencernaan. Melalui makan dan air minum, mikroplastik dapat menyebabkan pembengkakan usus dan memengaruhi organ tubuh lainnya.

Sumber bacaan: https://www.tempo.co/gaya-hidup/ancaman-mikroplastik-bagi-kesehatan–1885352