Keluarga Tangguh

Keluarga Tangguh

Prof. Dr. H.M. Rasjidi adalah Meneteri Agama Republik Indonesia. Beliau seorang intelektual yang merupakan orang Indoinesia pertama yang meraih geleh (Ph.D) dalam ilmu keislaman dari Universitas Sorbonne pada tahun 1956. Dia juga seorang Muhammadiyah. Dalam salah satu penyataannya mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang tangguh, disiplin, cekatan dan tertib.

Dr. Mitsuo Nakamura, sahabat baik H.M. Rasjidi, menulis di buku “Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin”, menggambarkan keadaan Kota Gede. Buku tersebut merupakan sebuah adegan yang indah di Kota Gede, di sana ada sebuah pohon Beringin yang ditanam oleh Sunan Kalijaga, lalu dari atas pohon Beringin munculah bulan Sabit yang merupakan simbol Islam. Hal ini sangatlah pantas untuk menggambarkan perkembangan Muhammadiyah di Kota Gede yang menjadi obyek penelitian Mitsuo Nakamura.

Mitsuo Nakamura menemukan, bahwa ternyata masih terdapat satu golongan/kelompok masyarakat yang memiliki kesadaran sosial maju, yang ia temukan pada komunitas masyarakat Muhammadiyah di Kota Gede. Mereka mereka memiliki etos kerja yang tinggi serta kesadaran dan apresiasi yang tinggi terhadap pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa di Muhammadiyah telah terbangun budaya kerja yang tangguh, disiplin dan mandiri.

Profesor Angela Duckworth adalah pakar psikologi. Dalam salah satu temuannya mengatakan bahwa kegigihan dan gairah yang mendalam untuk berjuang meraih tujuan jangka panjang yang menjadi impiannya. Sementara resiliency adalah keuletan dan ketangguhan mental untuk mengatasi beragam tantangan dan problem kehidupan, sehingga pada akhirnya ia dapat mewujudkan harapan yang menjadi impian.

Muhammadiyah yang telah berumur 113 tahun (menurut hitungan masehi) merupakan organisasi yang tangguh, mandiri dan memiliki jiwa disiplin yang tinggi. Untuk memperolehnya dibutuhkan penggerak (kader) yang berjiwa besar dan tangguh. Kader yang dimiliki oleh Muhammadiyah berasal dari keluarga-keluarga yang berelisiency yang tangguh pula. Oleh karenanya, salah satu pilar pembentuk kader adalah lewat harmonisasi keluarga.

Oleh karenanya, ‘Aisyiyah telah membuat pedoman tentang Keluarga Sakinah. Kata Sakinah sendiri terambil dari ayat al Qur’an, terutama pada surat al-Baqarah: 248, at-Taubah :26 dan al-Fath: 4, 18 dan 26. Itulah sebabnya kata Sakinah sering digunakan dengan pengertian, tenang, bahagia dan sejahtera lahir batin. Berumah tangga memiliki tujuan mencari ketenteraman, ketenangan, dengan dasar saling mencintai dan penuh kasih sayang. Cikal bakal kader yang tangguh dan militan lahir dari keluarga yang Sakinah ma waddah wa rahmah.

Sayonara

Sayonara

Kini tiba saat berpisah

Jangan bersedih hati

Kini akan tiada lagi

Canda riang tawa darimu

Walau nanti jauh di mata

Lama tak kan berjumpa

Namun hatiku kan selalu

Terbayang kenangan bersamamu

Sayonara…. sayonara….

https://www.youtube.com/watch?v=nav2ap6-JSU&list=RDnav2ap6-JSU&start_radio=1

Ritual tahunan yang selalu nyesek. Tiga tahun tak terasa kebersamaan dalam mencari ilmu dan hikmah kehidupan. hikmah kehidupan dapat diartikan sebagai makna atau pelajaran positif yang dapat diambil dari setiap kejadian, tak peduli seberat apa pun peristiwa itu. Baik dalam kegagalan, kehilangan, keberhasilan, maupun kebahagiaan, semua menyimpan pesan yang dapat membentuk karakter dan memperkaya batin seseorang.

Menurut para ahli psikologi dan spiritualitas, orang yang mampu menemukan hikmah dalam setiap perjalanan hidup cenderung lebih tangguh menghadapi tekanan, lebih mampu bersyukur, dan lebih siap untuk terus melangkah ke depan. Hal ini karena mereka tidak terjebak dalam rasa kecewa atau marah, tetapi memilih untuk belajar dan memetik nilai positif dari pengalaman tersebut.

Mungkin selama tiga tahun engkau bosan melewati jalan yang sama, kelas yang sama, teman yang sama, bahkan mungkin guru yang sama. Selama tiga tahun pula engka merasa jenuh dengan keadaan yang sama, suasana yang sama, nasehat dari guru yang sama, bahkan udara yang sama. Engkau akan merasa rugi bila tidak diikuti dengan rasa syukur.

Hari ini, anak-anakku kelas IX merupakan hari terakhir dalam hubungan guru dan siswa. Namun sebagai masyarakat, tak akan ada kata perpisahan. Hari-hari kedepan yang ada adalah silaturahmi yang semakin erat. Komunikasi yang terus dipupuk.

Dalam sebuah kompetisi pasti ada yang terbaik. Dalam sebuah kejuaraan pasti ada yang terdepan. Bukan berarti yang kalah akan terpuruk selamanya. Bukan berarti yang tersingkir akan selalu berada di pinggir. Sang waktu adalah pembedanya.

SMP Muhammadiyah 4 memberi penghargaan kepada nama berikut sebagai ujud usaha yang optimal dalam meraih prestasi.

Fayzan Ra’uuf Athaya

Aida Mahya Habibah

Muhammad Faiz Wicaksono

Muhammad Dzahin Zaydan

Wisanggeni Laksitajati

Denis Rafa Fadillah

Muhammad Latief Gibrall Irvanto

Muhammad Al Dicky Syahbaa’

Arrahmad Gigan Widyananto

Zahra Malia Putro

Sidang Komisi

Sidang Komisi

Mengapa Sidang Komisi Itu Penting?

Sidang komisi adalah “dapur” dari sebuah musyawarah. Tanpa sidang komisi, pembahasan akan menjadi sangat panjang dan tidak fokus di sidang pleno. Gagasan-gagasan mentah diolah, diperdebatkan, yang membentuk pasar ide, dan akhirnya dirumuskan menjadi kebijakan atau program yang siap dijalankan oleh organisasi.

Sidang komisi adalah salah satu tahapan penting dan seringkali paling produktif dalam sebuah kegiatan Rapat Kerja (Raker). Atau dapat juga lebih besar lagi seperti Muktamar, musyawarah besar (munas), kongres, atau musyawarah wilayah (muswil). Ini adalah momen di mana detail-detail penting dibahas dan dirumuskan sebelum disahkan di sidang pleno.

Sidang komisi adalah rapat-rapat kecil yang dilakukan secara paralel dan terpisah dari sidang utama (pleno). Tujuannya adalah untuk membahas topik-topik spesifik secara lebih mendalam dan fokus. Setiap komisi biasanya dibentuk untuk menangani satu area pembahasan tertentu.

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, dalam menyambut Tahun Pejaran 2025-2026 akan melaksanakan Rapat Kerja, dengan bahasan utama membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan. Sebelum pelaksanaan rapat kerja, maka dilaksanakan rapat komisi untuk mendahului.

Tujuan dan Fungsi Sidang Komisi

Pendalaman Materi. Pembahasan yang lebih rinci dan intensif terhadap isu-isu spesifik yang tidak dapat dibahas tuntas dalam sidang pleno.

Efisiensi Waktu. Dengan memecah pembahasan ke dalam beberapa kelompok, waktu raker menjadi lebih efisien. Setiap komisi dapat bekerja secara simultan.

Spesialisasi. Anggota yang memiliki keahlian atau minat khusus pada bidang tertentu untuk berkontribusi lebih maksimal dalam komisi yang relevan

Perumusan Rekomendasi/Keputusan. Hasil dari sidang komisi berupa rumusan-rumusan, rekomendasi, atau draf keputusan yang kemudian akan dibawa kembali ke raker untuk disahkan.

Olympiade itu Kompetisi

Olympiade itu Kompetisi

Kata “Olympiade” berasal dari bahasa Yunani kuno, “Olympias“. Kata Olympias sendiri memiliki konotasi: Dari Gunung Olympus atau Surgawi. Gunung Olympus terkenal dalam mitologi Yunani sebagai tempat tinggal para dewa, sehingga kata ini melambangkan keilahian, keagungan, dan status yang tinggi.

Olympias juga berarti nama tempat suci di dataran Elis kuno Yunani. Namun yang paling mendekati dan banyak dipakai adalah konotasi Periode Waktu Empat Tahun (Olympiade).

Awalnya Olympiade dipakai untuk kejuaraan kanuragan atau siapa yang terkuat. Dalam perjalanan waktu memang demikian adanya. Olympiade menjadi ajang prestasi dalam dunia olah raga, baik atletik maupun permainan.

Penggunaan kata “Olympiade” dalam bahasa Inggris, menurut Merriam-Webster dan Dictionary.com, sudah ada sejak abad ke-14. Jadi, meskipun konsep Olimpiade dan periode empat tahunnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu di Yunani kuno, kata “Olympiade” (sebagai kata dalam bahasa Inggris) diperkirakan ditemukan pada abad ke-14.

Karena Olympiade sarat dengan prestasi, maka terjadi perkembangan makna. Olympiade bukan hanya untuk kompetisi bidang olah raga, namun telah berkembang menjadi uji ketangkasan bernalar. Sehingga dalam dunia pendidikan, sudah tidak asing lagi kata olympiade yang selaras dengan kompetisi.

Olympiade IPA untuk SMP di Indonesia dikenal sebagai Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pelaksanaannya bertingkat dari sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Berdasarkan jadwal OSN SMP 2025 yang dirilis oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, berikut adalah jadwal pelaksanaannya:

  • Seleksi Tingkat Sekolah (OSN-S): Maret 2025
  • Pendaftaran di portal registrasi: 19 Maret – 2 Mei 2025
  • Pengisian web komunikasi OSN: 28 April – 28 Mei 2025
  • Uji coba OSN SMP tingkat kabupaten/kota (OSN-K): 3-4 Juni 2025
  • Seleksi OSN SMP tingkat kabupaten/kota (OSN-K): 17-18 Juni 2025

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, sebagai salah satu lembaga pendidikan mengikuti OSN pada Rabu, 18 Juni 2025. Tempat pelaksanaan di SMP Muhammadiyah 4 dengan pengawas dari SMP TD Ibu Pawiyatan.  

Kandidat yang mewakili sekolah adalah:

  1. Alifa Mutiara Medina 8ICT
  2. Sherly Nada Novanka 8ICT
  3. Jasmine Mikaillah Rahman 8ICT
  4. Alena Anindita Fariha 7ICT
  5. Abaya Giri 7B
Workshop Deep Learning

Workshop Deep Learning

Ada yang gagal fokus pada saat Menteri Pendidikan Prof. Abdul Mu’ti menjelaskan tentang Deep Learning. Setelah melaksanakan sholat berjamaah di sebuah masjid, beliau bercengkerama dengan beberapa jamaah lain tentang pendidikan. Ia menjelaskan tentang unsur dalam pemelajaran mendalam (Deep Learning).

Deep Learning (DL) terdiri dari tiga unsur, yaitu: Meaningful Learning, Mindful Leraning, dan Joyful Learning. Mungkin nitizen kurang familier dengan istilah tersebut, sehingga yang terdengar hanyalah ful.. ful…, maka segera tersiar secara viral bahwa kurikulum dibawah pak Mu’ti akan diganti dengan kurukulum fulful.   

Dalam konteks pendidikan, deep learning (pembelajaran mendalam) adalah sebuah filosofi dan strategi yang berlawanan dengan surface learning (pembelajaran permukaan). Perbedaan antara keduanya antara lain:

Surface Learning (Pembelajaran Permukaan) adalah jenis pembelajaran yang sering kita temui, di mana fokus utamanya adalah menghafal Fakta, reproduksi informasi, kurangnya koneksi, unsur motivasi dari luar, dan pemahaman yang dangkal.

Sedangkan Deep Learning (Pemelajaran Mendalam) adalah tujuan ideal dalam pendidikan, di mana peserta didik berusaha untuk memahami konsep inti, membangun koneksi terhadap ide dan konsep-konsep baru, aplikasi dan transfer pengetahuan, berfikir kritis, mampu merefleksikan diri, membangkitkan motivasi dari dalam, dan pemahaman jangka panjang

Rabu, 11 Juni 2025 dipandang perlu untuk melaksanakan wokshop tentang Deep Learning. DL ini harus diperkenalkan kepada semua satuan pendidikan, termasuk didalamnya adalah SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Untuk kurikulum, terutama pada tahun pelajaran 2025/2026 kurikulum dibagi menjadi 2, yaitu Intrakurikuler dan P5

Surat Edaran Mendiknas Nomor: 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru, yang lebih familier dengan Hari MGMP. Guna mengoptimalkan PKB guru diperlukan waktu belajar khusus yang kolektif kolegial dalam membangun ekosistem dan semangat belajar sepanjang hayat sesuai dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Kegiatan PKB tersebut perlu diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di satuan pendidikan.

Latar belakang kemunculan DL antara lain :

  1. Perubahan masa depan sulit diprediksi
  2. Permasalahan mutu pendidikan : Literasi, numerasi, ketrampilan berfikirtingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan
  3. Bonus demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045
  4. Kompetensi masa depan

Definisi Deep Learning : Pembelajaran mendalam merupakan merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga secara holistika dan terpadu.

Idul Qurban 1446 H – 2025 M

Idul Qurban 1446 H – 2025 M

Takbir menggema setiap memasuki 10 Dzulhijjah sedari matahari tenggelam. Ingat, kalender hijriah dimulai dari saat matahari tenggelam, bukan pada saat jam berdentang pukul 00.00. Sehingga suara takbir berkumandang pada waktu memasuki maghrib.

Demikainlah selama 15 abad yang lalu, kegiatan ritual ini selalu membahana, bahkan semakin meluas kala pertama kali Rasulullah Muhammad menmbimbing umat untuk mengagungkan Asma Allah. Semua akan tertelan masa, semua akan tenggelam terseret menuju satu titik energi yaitu Allah.

Ahad, 8 Juni 2025, keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta alhamdulillah telah melaksanakan ajaran Nabi Ibrahim, yaitu melaksanakan Qurban sebagai ujud pengabdian diri kepada sang khalik. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai model penyerahan diri secara total dalam semangat beribadah.

Semangat kebersamaan inilah yang menjadikan titik tumpu dalam mendapatkan dua ekor sapi. Pertama adalah latihan qurban melalui patungan dari siswa, dan seekor lembu yang merupakan kolektivitas beberapa orang tua yang menitipkan qurban di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Kedelapan orang tua tersebut antara lain:

  1. Keluarga Denny Hadiansyah
  2. Ryo Javas Nararya Al Farabi
  3. Dimas Arif Ferdiansyah
  4. H. Benyamin Mukhtar Umar
  5. Yonathan Cristian Adi Nugroho
  6. Lucky Trias Widhiatmoko
  7. Bapak Erfin Widyanto

Dari dua buah lembu tersebut, alhamdulilah SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta dapat menyalurkan daging qurban ke Siswa, guru, karyawan dan instansi lain yang layak untuk menerima, antara lain

  1. IMM PUTM
  2. MTs. Muhammadiyah Sentolo
  3. SMP Muhammadiyah 2 Bambang Lipuro
  4. SD Muhammadiyah Notoprajan
  5. SD Muhammadiyah Demangan
  6. PRM Gunungketur
  7. Musholla Sabilulhuda
  8. SD Muhammadiyah Pringgokusuman
  9. SD Muhammadiyah Miliran
  10. SD Muhammadiyah Danunegaran
  11. SD Muhammadiyah Ngadiwinatan
  12. PAy Lowanu