SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta menyelenggarakan pemilihan ketua dan wakil ketua IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) periode 2026/2027 pada tanggal 17 September 2026. Pemilihan ini bertujuan untuk melanjutkan estafet kepengurusan organisasi serta melahirkan kader pemimpin masa depan yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Pasangan yang terpilih yaitu Oza Sabiya Zayn dari kelas 8A sebagai ketua IPM dan Mohammad Fadhlurrahman Pasya dari kelas 7C sebagai wakil ketua. Pasangan ini memiliki visi dan misi yaitu mewujudkan IPM yang bertanggung jawab, progresif, dan inklusif ssebagai wadah siswa untuk berkembang, berprestasi, dan menciptakan sekolah yang islami, harmonis, serta inspiratif.
Dengan terpilihnya pasangan tersebut, diharapkan IPM dapat terus berkembang, program-programnya dapat terealisasi, serta bisa menjadi teladan yang baik bagi siswa-siswi SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.
SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengadakan kegiatan Evaluasi Gladi Tangguh Hizbul Wathon (HW) yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IX. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 07 September 2026 di Youth Centre Yogyakarta, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepanduan Hizbul Wathon (HW) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab. Selain itu, HW juga membekali siswa dengan nilai-nilai ketakwaan, cinta tanah air, dan kemandirian.
Kegiatan Evaluasi Gladi Tangguh Hizbul Wathon (HW) dimulai pada pukul 07:45 pagi di mana para peserta mengikuti apel pemberangkatan. Setelah itu para peserta dan pembimbing menuju ke lokasi bumi perkemahan menggunakan bis. Pada kegiatan ini, ada beberapa tahapan ujian yang perlu dilaksanakan peserta yaitu Kaki Tiga, Sambung Tongkat, Bangun Tenda, dan Dragbar. Selain praktek, siswa-siswa juga melaksanakan ujian tertulis. Setelah seluruh rangkaian ujian selesai, para peserta melaksanakan makan bersama, bersih-bersih, shalat Maghrib berjamaah, kemudian penutupan.
Kegiatan Evaluasi Gladi Tangguh Hizbul Wathon (HW) ini memiliki banyak tujuan dan manfaat, yaitu mengembangkan ketahanan fisik dan mental melalui berbagai aktivitas kepanduan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta membentuk karakter islami yang taat kepada Allah SWT. dan berakhlak mulia.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekolah di awal tahun ajaran baru. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru serta memberi informasi mengenai aturan-aturan yang berlaku di sekolah.
SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengadakan kegiatan MPLS untuk peserta didik baru kelas VII pada tanggal 13 Juli hingga 17 Juli 2026. Agar kegiatan ini bermanfaat, pihak sekolah mengundang beberapa narasumber luar biasa, diantaranya BNN Yogyakarta yang memberi materi ‘Pelajar Anti Narkoba’, POLRESTA Yogyakarta dengan materi ‘Kenakalan Remaja, Bullying, dan Judi Online,’ serta dari Puskesmas yang menyampaikan edukasi mengenai kesehatan remaja.
Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pun turut aktif memeriahkan acara ini. Mereka memimpin Ice Breaking dan menjadi MC. Anggota IPM juga mendampingi adik-adik kelas VII mengerjakan tugas dengan sabar. Keterlibatan anggota IPM membuat kegiatan MPLS menjadi lebih menyenangkan.
Pada kegiatan MPLS ini, peserta didik juga dikenalkan pada ekstrakulikuler yang ada di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, diantaranya Karawitan, Band, Tari, dan Tapak Suci. Dengan rangkaian kegiatan ini, diharapkan siswa dapat beradaptasi dengan baik dan nyaman di lingkungan belajar yang baru.
Rabu – Kami, 1 – 2 Juli 2026 bertempat di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berlangsung kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) tahun 2026. KPI adalah sebuah ruang kolaborasi nasional bagi para pemangku kepentingan pendidikan untuk belajar bersama, berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, serta merumuskan rekomendasi kebijakan guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KPI, yang bekerja sama dengan Lingkar Daerah Belajar (LDB). Kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dalam memperkuat peran daerah sebagai motor penggerak transformasi pendidikan dan memperluas dampak praktik-praktik baik.
Latar belakang kehadiran KPI
Memperkuat Pemelajaran Antar Daerah
Mengkonsolidasikan Gerakan Perubahan Pendidikan Berbasis Daerah.
KPI menjadi titik temu berbagai pelaku perubahan, baik dari sektor publik, masyarakat sipil, komunitas, maupun dunia usaha, untuk mensinergikan upaya dan agenda transformasi pendidikan
Mendukung Perencanaan Pembangunan Daerah
Memfasilitasi Advokasi Nasional Berbasis Pengalaman Nyata
Beberapa agenda kegiatan yang terangkum dalam acara tersebut antara lain
SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengadakan acara pelepasan dan tutup tahun siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 pada hari Sabtu, 27 Juni 2026. Acara ini berlangsung dengan meriah. Para tamu undangan disuguhkan dengan berbagai pentas seni menarik persembahan anak-anak didik SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, yaitu Karawitan, Tapak Suci, Band, dan Tari. Selain pentas seni, terdapat pula pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh dua orang siswi SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta dengan suara merdu mereka.
Setelah menikmati berbagai penampilan anak-anak didik SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, tibalah pembacaan prestasi yang diraih oleh siswa-siswi kelas IX SMP tercinta. Prestasi ini dibagi menjadi prestasi akademik dan non akademik.
Prestasi Akademik peraih nilai TKA dan TKAD terbaik diraih oleh Jasmine Mikaillah Rahman dari kelas 9 ICT dengan nilai 323.33 sebagai peringkat pertama, Umaira Khanza Latifa Yasmin S. dari kelas 9A dengan nilai 306.67 sebagai peringkat kedua, serta Alifa Mutiara Medina dari kelas 9ICT dengan nilai 290.00 sebagai peringkat ketiga. Bahkan kedua siswi peraih peringkat kedua dan ketiga tersebut mendapatkan nilai sempurna yaitu seratus di TKA dan TKAD mata pelajaran Bahasa Inggris.
Untuk Prestasi Non-Akademik Bidang Olahraga dan Kepemimpinan diraih oleh Azka Zulfa Amalina dari kelas 9A dengan kejuaraan Atletik juara 2 PHIWM, Sherly Nada Novanka dari kelas 9ICT dengan kejuaraan Taekwondo Walikota Cup juara 2 tingkat DIY dan juara 3 KONI pusat, Maulidia Ulfa dari kelas 9ICT dengan kejuaraan Taekwondo Walikota Cup juara 2 tingkat DIY, serta Ardani Putra Wijaya dari kelas 9A dengan kejuaraan Tarung Derajat juara 1 tingkat DIY.
Untuk Prestasi Non-Akademik Bidang Tahfidz diraih oleh Alifa Mutiara Medina dari kelas 9ICT dengan hafalan dua juz kemudian diikuti oleh Alisha Locita Maharani dari kelas 9ICT, Sherly Nada Novanka dari kelas 9ICT, Jasmine Mikaillah Rahman dari kelas 9 ICT, serta Muhammad Zia Ulhaq dari kelas 9A dengan hafalan masing-masing satu juz.
Setelah pembacaan prestasi, acara selanjutnya yaitu penayangan film pendek karya peserta didik kelas 9ICT kemudian dilanjutkan dengan prosesi wisuda dan pemberian simbolik kelulusan. Acara ini ditutup dengan berfoto bersama.
Fokal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar dialog kebangsaan “Sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Peran Kebangsaan Muhammadiyah” pada hari Ahad, 28 Juni 2026 di Hotel Burza Yogyakarta. Fokal IMM merupakan Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Hadir dalam acara tersebut, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd yang mewakili PP Muhammadiyah. Dr. H. Abidin Fikri, SH, MH dari unsur Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI. Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag, MH, Sekjen Fokal IMM dan Dr. Ikhwan Ahada, MA, Ketua PWM DIY.
Dalam sambutannya, Ikhwan Ahada mengharapkan agar Fokal mesti menyerap esensi dari semboyan dan cita-cita yang melekat. Yaitu Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual. Alumni yang kini berdiaspora di berbagai sektor strategis hingga kemanusiaan global.
Irwan Akib merasa bangga dengan kesuksesan kader IMM di pelbagai daerah, yang kini menempati berbagai kursi strategis, seperti komisioner KPU, Bawaslu, Kompolnas, hingga jajaran kementerian. Bagi Irwan, yang terberat adalah ujian moral, bukan pada teknis pekerjaan. Dari hulu dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) adalah ketidakmampuan seorang pejabat dalam membatasi konflik kepentingan (conflict of interest). Kepada seluruh kader, singkirkan kepentingan pribadi atau golongan. Selalu utamakan kepentingan umum dan bangsa di atas segalanya.
Sementara, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abidin Fikri menekankan bahwa Pancasila dan UUD 1945 tidak boleh hanya dilihat sebatas idealitas atau rule of law (aturan hukum) semata. Pancasila harus membumi menjadi rule of ethics (sumber etika) dan diwujudkan menjadi realitas dalam tata kelola negara.
Bangunan moralitas dan profesionalisme dalam penyelenggaraan negara harus terus ditegakkan dan dirawat, terutama oleh para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Tantangan terbesar bagi kader-kader yang berdiaspora di ranah publik bukanlah sekadar bagaimana mendapatkan kekuasaan, melainkan bagaimana mempertanggungjawabkannya.
Abidin memandang, IMM sebagai organisasi otonom yang berkemajuan dan pro-aktif dalam mengurus ihwal kebangsaan dan keindonesiaan.
IMM itu adalah kader bangsa. Kader bangsa itu posisinya di mana saja boleh, baik di parlemen, birokrasi, komisi-komisi negara, hingga akademisi. Sehingga, kader IMM jangan sampai jengah untuk berdiaspora lebih membuana. Lebih-lebih berkecimpung di dunia perpolitikan. “Kalau Anda mampu, tunjukkan kapasitas Anda,” tegas Abidin.
Acara dilanjutkan dengan pemilihan pengurus fokal untuk masa bakti 2026 – 2031. Dari 130 calon, terpilih Deni Asy’ari, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah terpilih sebagai ketua. Sementara Sobar M. Johari sebagai sekretaris dan bendahara dipegang oleh Yulianto Neri.