Idul Adha 1447 H SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta: Tradisi Kurban dan Kepedulian Sosial di Sekolah

Idul Adha 1447 H SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta: Tradisi Kurban dan Kepedulian Sosial di Sekolah

Hari Raya Idul Adha tahun 2026 jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei atau 10 Zulhijah 1447 H. Selain momen ibadah, Idul Adha juga identik dengan libur nasional yang dimanfaatkan oleh umat untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta merayakan Hari Raya Idul Adha pada hari Jum’at, 29 Mei 2026 di sekolah tercinta.

Tahun ini, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengurbankan 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Sebanyak 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing disalurkan untuk seluruh warga sekolah, yaitu guru mata pelajaran, guru ekstrakurikuler, karyawan, petugas kebersihan, anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang bertugas, serta siswa-siswi yang membutuhkan. Selain itu, daging kurban juga didistribusikan untuk masyarakat sekitar serta Polsek dan Koramil Pakualaman.

Selanjutnya, untuk 4 ekor kambing disalurkan ke beberapa Sekolah Dasar (SD) setempat, yaitu SD Muhammadiyah Demangan, SD Muhammadiyah Bausasran, SD Muhammadiyah Pringgo Kusuman, dan Lazismu Pakualaman. Sementara kulit didistribusikan ke Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Pakualaman.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta ini melibatkan guru, karyawan, dan siswa secara langsung dalam kepanitiaan untuk melatih nilai-nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan kebersamaan. Kegiatan ibadah ini rutin diselenggarakan sebagai wujud keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kemah HW Mupat 2026 : Membakar Api, Menyalakan Cerita

Kemah HW Mupat 2026 : Membakar Api, Menyalakan Cerita

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengadakan kegiatan kemah Gladi Tangguh Hizbul Wathan (HW) di Bumi Perkemahan Gondang 2 Indah, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 27-29 April 2026 dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 7 dan 8.

Kegiatan perkemahan Gladi Tangguh Hizbul Wathan (HW) merupakan bagian dari program penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran luar kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, membentuk kedisiplinan, meningkatkan keterampilan kepanduan, serta menyebarkan nilai-nilai islam yang luhur.

Peserta kemah tiba di sekolah pada pukul 06.30 pagi kemudian berangkat bersama menggunakan bis pada pukul 07.30 pagi. Setibanya di lokasi perkemahan, para siswa melakukan kegiatan Bangun Desa di mana setiap kelompok membangun tendanya masing-masing. Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan.

Pada kegiatan perkemahan ini, para siswa disibukkan dengan berbagai kegiatan dan lomba yaitu Giat I – Lomba Pionnering, Giat II – Lomba Memasak, Giat III – Caraka, Giat IV – Outbound, Giat V – Pentas Seni dan Api Unggun, serta Giat VI – Materi. Para peserta juga melaksanakan kegiatan keagamaan yaitu shalat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an.

Di hari terakhir perkemahan, yaitu tanggal 29 April 2026, para siswa melakukan Bongkar Desa di mana peserta secara berkelompok membongkar tendanya masing-masing. Acara berikutnya yaitu upacara penutupan dilanjutkan dengan pembagian hadiah. Setelah itu, para peserta dan panitia kegiatan perkemahan Gladi Tangguh Hizbul Wathan (HW) kembali ke SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta tercinta.

Bakti Sosial Kelas IX

Bakti Sosial Kelas IX

Bakti sosial atau lebih dikenal sebagai baksos merupakan salah satu kegiatan wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Bakti sosial diadakan dengan tujuan – tujuan tertentu. Bakti sosial antar warga yang dilakukan oleh SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta adalah untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong,rasa saling peduli siswa kepada masyarakat luas, terutama di lingkungan Panti Asuhan. Atas dasar ini, siswa kelas IX melaksanakan bakti sosial di Panti Asuhan Khodijah Sinar Melati 23, Sleman.

Dengan kita berinteraksi dengan masyarakat (misalnya dalam kegiatan bakti sosial ) maka kita bisa saling kenal dan lebih akrab dengan mereka. Sehingga bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan dengan masyarakat. Kita secara tidak langsung sebanarnya membutuhkan rasa kekeluargaan dengan masyarakat karena kita hidup berdampingan dengan masyarakat luas dan kita pasti membutuhkan pertolongan mereka sewaktu – waktu.

Manfaat Baksos

Untuk masyarakat. Sebagai subyek, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan mengupayakan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan di desanya secara mandiri. Adapun sebagai obyek, masyarakat akan mendapatkan pelayanan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang menunjang peningkatan kualitas kesehatan,kebersihan dan pendidikan. 

Untuk siswa, mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang didapat untuk kepentingan masyarakat secara langsung dan sarana pendidikan dan pelatihan non formal bagi siswa dengan terjun langsung ke masyarakat disamping pendidikan formal akademik di Sekolah.

Pada hari ini Kamis, tanggal 02 April Tahun 2026 SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta berkunjung ke Panti Asuhan Khodijah Sinar Melati 23, Sleman, Yogyakarta. Adapun bentuk bantuan berupa: Minyak sebanyak 32 liter, Mie Burung Dara sebanyak 40 bungkus, Tepung Terigu sebanyak 20 Kg, Gula Pasir sebanyak 22 Kg, Perlengkapan Peralatan Mandi, dan Uang sejumlah Rp2.200.000,00

Semoga bermanfaat

SYAWALAN GURU DAN KARYAWAN MUPAT, SATUKAN TANGAN DAN HATI DI HARI YANG FITRI

SYAWALAN GURU DAN KARYAWAN MUPAT, SATUKAN TANGAN DAN HATI DI HARI YANG FITRI

Dalam rangka memperingati hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi serta mempererat tali silaturahmi, guru dan karyawan keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengadakan kegiatan syawalan dan halal bihalal. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 29 Maret 2026 dan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta tanpa terkecuali. Para guru purna bakti pun turut serta meramaikan dan menghangatkan acara syawalan ini.

Tema syawalan dan halal bihalal yaitu “Dengan hati yang bersih, kita bangun kebersamaan yang lebih baik”. Acara dibuka dengan pembacaan kalam ilahi. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya, dan mars SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Acara berikutnya yakni pembacaan ikrar syawalan dan sambutan Kepala SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta serta sambutan dari beberapa tamu undangan.

Acara inti pada syawalan dan halal bihalal ini yakni Talk Show dengan narasumber Ibu Riyaningsih S.Pd. dan Bapak Ahmad Zainal Fanani, S.Pd. M.A. selaku guru yang pernah mengabdi di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Acara Talk Show berjalan dengan santai dan menyenangkan. Ibu Riyaningsih dan Bapak Zainal berbagi pengalaman mengajar di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Momen ini menebarkan tawa dan hawa nostalgia. Selain itu Ibu Riyaningsih dan Bapak Zainal turut menyampaikan saran serta harapan bagi SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta ke depannya.

Acara terakhir yaitu halal bihalal. Seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta saling bersalaman dan bermaafan. Momen ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi para guru baru untuk mengenal guru-guru yang pernah mengabdi di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta tercinta. Acara ditutup dengan makan bersama.

Kegiatan syawalan dan halal bihalal ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, introspeksi diri, serta berbagi kebahagiaan dan rezeki.

Pentasyarufan Zakat

Pentasyarufan Zakat

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat jalinan kepedulian sosial dan menjalankan kewajiban keagamaan, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta melaksanakan Pentasyarufan Zakat. Kegiatan ini sebagai bentuk ujud nyata dari program sekolah.

Zakat yang berasal dari bentuk kata “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan.

Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan, dan pensuci dari dosa-dosa.

Dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]: 103).

Menurut istilah dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.

Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Komitmen SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta dalam melaksanakan syariat, tercermin dari pengumpulan zakat dari siswa ataupun orang tua, dan memperoleh uang sebanyak Rp.12.675.000 (Duabelas Juta Enamratus Tujuh Puluh Liam Ribu Rupiah), beras terkumpul 845 Kg.

Dari data yang diperoleh tersebut disalurkan ke lingkungan sekolah dan

  1. PDM Kota Yogkarta
  2. Lazismu PDM Kota Yogyakarta
  3. Nurani-Insani
  4. Panti Asuhan Khodijah
  5. Lazismu PCM Pakualaman
  6. Kokam PCM Pakualaman
  7. SD Muhammadiyah Pringgokusuman
  8. SD Muhammadiyah Notoprajan
  9. Pondok Pesantren al Amin
Mufourta Berbagi

Mufourta Berbagi

Salah satu tradisi di bulan Ramadhan yang biasa dilakukan masyarakat adalah berbagai takjil gratis. Tradisi ini banyak terlihat jelang buka puasa di berbagai lokasi baik itu di jalan-jalan maupun di masjid-masjid. Semangat berbagi ini memiliki makna secara agama maupun sosial. Spirit berbagi ini tidak lepas dari dorongan agama yang menganjurkan umatnya untuk berbagi keberkahan dengan sesama

Jum’at 6 Maret 2026, Komite SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta kembali menggelar acara “Mufourta Berbagi” (SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta Berbagi. Seperti tahun yang lalu, kegiatan ini terselenggara di depan sekolah, tepatnya di Jalan Ki Mangunsarkoro No. 43 Yogyakarta.

Kali ini, Komite berhasil menghimpun sekitar 800 kotak takjil yang diberikan secara Cuma-cuma kepada masyarakat yang kebetulan melewati jalan tersebut. Karena jalan tersebut satu arah, memudahkan bagi komite untuk membagi, yang tidak sampai satu jam, semua kotak takjil dapat terdistribusikan.

Tujuan utama komite melaksanakan kegiatan ini antara lain:

Meningkatkan rasa kepedulian dan empati. Berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Seperti pekerja harian, musafir, atau masyarakat kurang mampu.

Mempererat hubungan sosial Tradisi berbagi takjil sering dilakukan secara kolektif, baik oleh keluarga, komunitas, maupun organisasi. Ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial, membangun kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di masyarakat.

Memperkuat budaya gotong royong dan filantropi Bulan Ramadhan yang sering kali menjadi momentum untuk meningkatkan kegiatan sosial.

Meringankan beban sesama dalam membantu meringankan beban sebagian orang, sehingga mereka bisa berbuka tepat waktu, tanpa harus mengkhawatirkan makanan

Menumbuhkan sikap dermawan dan ikhlas Ramadhan mengajarkan nilai-nilai kedermawanan dan keikhlasan dalam memberi. Berbagi takjil menjadi salah satu bentuk latihan untuk berbagi tanpa mengharapkan balasan, melainkan semata-mata untuk menebar kebaikan