Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu tradisi penting yang dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun, pada tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan salawat, pengajian, dan sedekah.

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengajak semua lapisan masyarakat, mari kita bersama-sama merenungi dan memahami makna dari Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid secara harfiah berarti “kelahiran”. Jadi, Maulid Nabi adalah peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini bukanlah sekadar acara seremonial, tetapi sebuah momentum penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Di kalangan umat Islam, termasuk pengikut mazhab Syafi’i, Maliki, dan sebagian Hanbali, berpendapat bahwa perayaan Maulid Nabi adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Mereka memandang, meskipun tidak ada contoh langsung dari Nabi.

Ustadz Muhammad Ziya Ul Albab, dalam tausiahnya di hadapan keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, memberi motivasi tentang masa depan yang akan dihadapi oleh siswa. Cara penyampaian dengan gayanya yang milenial, dan dengan memperagakan tentang pengisian air ke dalam gelas.

Peringatan ini memiliki tujuan yang mulia, yaitu untuk:

  1. Meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Memperingati kelahiran beliau, kita diajak untuk mengingat kembali perjuangan, akhlak, dan ajaran beliau.
  2. Menyebarkan syiar Islam. Perayaan Maulid sering diisi dengan pengajian, ceramah, dan pembacaan shalawat, yang secara tidak langsung turut menyebarkan ajaran Islam.
  3. Mempererat ukhuwah Islamiyah. Acara Maulid menjadi ajang berkumpulnya umat Islam, saling bersilaturahmi, dan memperkuat persaudaraan.

Selain tausiah, peringatan maulid kali ini yang digelar pada Senin, 7 September 2025 di Pendopo, juga diselenggarakan lomba antar kelas. Materi yang dilombakan antara lain :

Disamping pengajian yang diawali dengan sholat dhuha dan tadarus, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta pada hari senin, 7 September 2025, juga menyelenggarakan berbagai macam lomba, antara lain: Musabaqah Tartil Qur’an, Adzan, Kaligrafi, Pidato Islami. Lomba dalam rangka peringatan Maulid terselenggaran atas kerja sama dengan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang sedang melaksanakana PPL dan KKN.

Peringatan Hari Besar Islam

Peringatan Hari Besar Islam

Libur lima hari bersama di akhir bulan Januari 2025, benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Secara kebetulan dua hari berturut-turut, yang sebenarnya merupakan hari kejepit bukan halangan untuk senantiasa untuk beraktivitas. Kamis, 30 Januarai 2025 sebenarnya ada dua kegiatan. Kelas IX melaksanakan manasik haji di daerah Kulon Progo, sedangkan kelas VII dan VIII dimanfaatkan untuk pengajian mmeperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.

Dalam tausiahnya, Bapak Puji Kurniawan, M.Pd, seorang mubaligh kondang dari SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta menuturkan arti pentingnya peristiwa tersebut bila dikaitkan dengan siswa. Pertama, Isra’ Mi’raj adalah kemuliaan dan keistimewaan dari Allah kepada hambanya tercinta, Nabi Muhammad saw. Nabi ketika itu baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan, yaitu wafatnya Siti Khodijah sebagai istri tercinta, yang selalu mengorbankan jiwa, tenaga, pikiran, dan hartanya demi perjuangan Nabi, dan wafatnya paman tercinta yaitu Abu Thalib, yang selalu melindungi Nabi dari kekejaman kaum Quraisy. Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah swt, sehingga hati Nabi semakin teguh dalam menyebarkan Agama Allah swt.

Kedua, perintah menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim. Jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat, sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi’raj) kepada Allah swt lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’. Dengan shalat yang khusyu’, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah.  Ketiga, Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad saw dengan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dalam sejarah, itu adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat.