Explore Your Talent

Explore Your Talent

Secara sederhana, talenta adalah pola pikir, perasaan, dan perilaku yang produktif dan alami pada diri seseorang. Ini adalah bawaan atau potensi yang memungkinkan seorang anak dalam melakukan sesuatu dengan sangat baik, sering kali lebih unggul dari orang lain, dan merasa nyaman saat melakukannya.

Talenta bukanlah sekadar keterampilan yang bisa dipelajari. Meskipun keterampilan bisa diasah melalui latihan, talenta adalah dasar bawaan yang membuat proses belajar dan berkembang menjadi lebih cepat dan efektif di bidang tertentu.

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengetahui talenta, antara lain dengan mengevaluasi hobi. Kesenangan yang melekat dalam diri kita, dapat untuk mengetahui talenta seseorang. Hobi dilakukan dengan mengisi waktu luang. Namun untuk memperoleh talenta yang sesungguhnya, bukan hanya mengisi waktu luang. Talenta diasah dengan melakukan berkali-kali, dengan latihan yang rutin.

Perbedaan Talenta, Bakat, dan Keterampilan

Bakat (Aptitude). Ini adalah potensi alami atau kemampuan bawaan seseorang untuk mencapai prestasi di bidang tertentu. Bakat adalah “benih” yang ada sejak lahir, yang perlu dikembangkan.

Talenta (Talent) adalah hasil dari pengembangan bakat. Ketika bakat diasah dan digabungkan dengan pengetahuan serta pengalaman, ia akan berubah menjadi talenta. Talenta adalah bakat yang sudah matang dan terwujud dalam kinerja yang luar biasa.

Keterampilan (Skill) merupakan kemampuan praktis yang diperoleh melalui proses belajar dan latihan. Keterampilan dapat dimiliki oleh siapa saja, terlepas dari bakat atau talenta mereka, namun orang dengan talenta yang relevan akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut.

Senin, 4 Agustus 2025 merupakan hari yang ceria dan meriah. Sisa menampil kemampuan seni maupun ketrampilan dihadapan teman-temannya. Demikian pula Bapak dan Ibu guru tak ketinggalan untuk mengolah ketrampilan, khususnya dalam masak memasak. Berbagai jenis masakan disajikan dengan bahan dasar protein (tahu).

Berkenan sebagai yuri untuk got talent dipercayakan kepada Bapak Deni, Ibu Rianingsih dan Bapak Priyoto. Sedangkan untuk lomba masak dipercayakan kepada komite sekolah.

Perolehan kejuaraan sebagai berikut:

A. Lomba Pawai
Juara 1 : Kelas VIIIA
Juara 2 : Kelas IXB
Juara 3 : Kelas VIIIB
B. Lomba Got Talent
Juara 1 : Kelas 9D
Juara 2 : Kelas 9B
Juara 3 : Kelas 7C
C. Lomba Masak
Juara 1 : Kelompok 1
Juara 2 : Kelompok 4
Juara 3 : Kelompok 6

Wayang Orang sebagai Penuntun Karakter

Wayang Orang sebagai Penuntun Karakter

Wayang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama di Jawa, Sunda dan Bali. Di daerah pedesaan, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masyarakat sudah mengenal wayang, bahkan sejak kecil. Begitu pula di wilayah pasundan, yang terkenal dengan wayang golek. Lebih-lebih di Bali. Tontonan wayang merupakan bagian dari upacara keagamaan, sehingga sejak dini anak-anak telah mengenal dan menghapal isi cerita wayang.

Hampir seluruh lakon yang dibawakan dalam wayang berasal dari kitab Mahabharata dan Ramayana, yang aslinya berasal dari India, namun telah diserap menjadi buadayanya sendiri. Memang ada beberapa wayang seperti wayang klitik, wayang tengul, wayang timplong, wayang jemblung, wayang suket yang isi ceritanya berdasarkan Serat Panji dan Babad Tanah Jawi.

Pagelarang wayang, banyak dijumpai pada masyarakat yang menyelenggarakan hajatan. Mislanya perkawinan, khitanan, ruwatan, peringatan hari ulang tahun suatu daerah, syukuran panen dan lain-lain.

Di dalam cerita-cerita wayang banyak menyangkut masalah budi pekerti yang sangat bermanfaat bagi penonton. Pertunjukan wayang banyak sekali yang dapat digunakan untuk pendidikan, yaitu memberi pengaruh kepada orang yang melihat. Tentu sajapengaruh ini dapat juga disalahgunakan, sehingga pengaruh ini dapat menjerumuskan kepada hal-hal yang tidak baik.

Dalam cerita wayang, pekerti yang jahat akan kalah dengan kebaikan. Dalam cerita Bharatayuda, yaitu perang saudara antara Kurawa dan Pandawa. Kurawa, biarpun berjumlah seratus orang kalah dengan Pandawa yang berjumlah lima. Hal ini disebabkan oleh kejahatan para Kurawa yang tidak direstui oleh para dewa, sehingga para dewa mengutus dewa wisnu untuk turun ke duania dan menitis menjadi Prabu Kresna yang merupakan penasehat dari Pandawa.

Dari pertujukan wayang dapat disimpulkan bahwa anak-anak sejak kecil dapat diberikan pelajaran budi pekerti melalui media tradisional seperti wayang maupun dongeng-dongeng yang disampaikan sendiri oleh orang tuanya.

Kristalisasi Budaya Jawa

Kristalisasi Budaya Jawa

Sebagai sebuah kerajaan, tentu Kraton Yogyakarta memiliki seperangkat alat pemerintahan. Ada pemimpin (Raja) lengkap dengan para pembantunya. Ada bagian yang mengurus persediaan makanan, perdagangan, sampai pertahanan sebagai beteng keamanan.

Untuk menjadi salah satu anggota keamanan tidaklah mudah. Ada syarat-syarat tertentu untuk menjadi bagian pasukan keamanan, sebagaimana sosok Arjuna. Lambang kesatria sejati. Dari simbol itu maka turunlah empat karakteristik untuk menjadi kesatria kraton. Sebagaimana yang dituturka oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.

Pertama Nyawiji. Pikiran, ucapan dan tingkah laku yang sama. Dalam Bahasa agama disebut tidak munafik. Orang yang tidak berpura-pura percaya, atau setia kepada sesuatu, tetapi dalam hatinya tidak.

Kstaria bukan hanya yang terampil memankan senjata, tangguh dalam kanuragan, Namun yang lebih penting adalah orang yang memiliki pikiran, perkataan dan hati yang menyatu.

Kedua Greget. Mengerjakan sesuatu dengan penuh semangat dan kesungguhan. Niat yang tulus tak akan berbelok arah, jalannya pasti lurus. Tak akan mengerjakan bila tidak diperintah. Seorang prajurit setia pada janji, menegakkan panji-panji. Semangat dalam melaksanakan tugas yang diperintahkan komandan.

Ketiga Sengguh. Percaya diri tanpa menjadi sombong atau merendahkan orang lain. Salah satu sifat seorang ksatria adalah percaya pada kemampuan dirinya. Sebagai seorang prajurit sejati, adalah yang tahu tentang kemampuan dirinya dan dapat menggunakan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, orang tersebut dapat bermanfaat buat orang lain.

Keempat Ora Mingkuh. Tidak lari dari tantangan, tidak takut menghadapi kesulitan. Seorang yang memiliki motivasi yang kuat, melihat rintangan adalah sebuah peluang. Pantang mundur sebelum menggapai hasil yang diharapkan. Penting untuk diingat, bahwa hambatan dan rintangan adalah bagian alami dari perjalanan untuk mencapai kesuksesan.