Sidang Komisi

Sidang Komisi

Mengapa Sidang Komisi Itu Penting?

Sidang komisi adalah “dapur” dari sebuah musyawarah. Tanpa sidang komisi, pembahasan akan menjadi sangat panjang dan tidak fokus di sidang pleno. Gagasan-gagasan mentah diolah, diperdebatkan, yang membentuk pasar ide, dan akhirnya dirumuskan menjadi kebijakan atau program yang siap dijalankan oleh organisasi.

Sidang komisi adalah salah satu tahapan penting dan seringkali paling produktif dalam sebuah kegiatan Rapat Kerja (Raker). Atau dapat juga lebih besar lagi seperti Muktamar, musyawarah besar (munas), kongres, atau musyawarah wilayah (muswil). Ini adalah momen di mana detail-detail penting dibahas dan dirumuskan sebelum disahkan di sidang pleno.

Sidang komisi adalah rapat-rapat kecil yang dilakukan secara paralel dan terpisah dari sidang utama (pleno). Tujuannya adalah untuk membahas topik-topik spesifik secara lebih mendalam dan fokus. Setiap komisi biasanya dibentuk untuk menangani satu area pembahasan tertentu.

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, dalam menyambut Tahun Pejaran 2025-2026 akan melaksanakan Rapat Kerja, dengan bahasan utama membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan. Sebelum pelaksanaan rapat kerja, maka dilaksanakan rapat komisi untuk mendahului.

Tujuan dan Fungsi Sidang Komisi

Pendalaman Materi. Pembahasan yang lebih rinci dan intensif terhadap isu-isu spesifik yang tidak dapat dibahas tuntas dalam sidang pleno.

Efisiensi Waktu. Dengan memecah pembahasan ke dalam beberapa kelompok, waktu raker menjadi lebih efisien. Setiap komisi dapat bekerja secara simultan.

Spesialisasi. Anggota yang memiliki keahlian atau minat khusus pada bidang tertentu untuk berkontribusi lebih maksimal dalam komisi yang relevan

Perumusan Rekomendasi/Keputusan. Hasil dari sidang komisi berupa rumusan-rumusan, rekomendasi, atau draf keputusan yang kemudian akan dibawa kembali ke raker untuk disahkan.

Olympiade itu Kompetisi

Olympiade itu Kompetisi

Kata “Olympiade” berasal dari bahasa Yunani kuno, “Olympias“. Kata Olympias sendiri memiliki konotasi: Dari Gunung Olympus atau Surgawi. Gunung Olympus terkenal dalam mitologi Yunani sebagai tempat tinggal para dewa, sehingga kata ini melambangkan keilahian, keagungan, dan status yang tinggi.

Olympias juga berarti nama tempat suci di dataran Elis kuno Yunani. Namun yang paling mendekati dan banyak dipakai adalah konotasi Periode Waktu Empat Tahun (Olympiade).

Awalnya Olympiade dipakai untuk kejuaraan kanuragan atau siapa yang terkuat. Dalam perjalanan waktu memang demikian adanya. Olympiade menjadi ajang prestasi dalam dunia olah raga, baik atletik maupun permainan.

Penggunaan kata “Olympiade” dalam bahasa Inggris, menurut Merriam-Webster dan Dictionary.com, sudah ada sejak abad ke-14. Jadi, meskipun konsep Olimpiade dan periode empat tahunnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu di Yunani kuno, kata “Olympiade” (sebagai kata dalam bahasa Inggris) diperkirakan ditemukan pada abad ke-14.

Karena Olympiade sarat dengan prestasi, maka terjadi perkembangan makna. Olympiade bukan hanya untuk kompetisi bidang olah raga, namun telah berkembang menjadi uji ketangkasan bernalar. Sehingga dalam dunia pendidikan, sudah tidak asing lagi kata olympiade yang selaras dengan kompetisi.

Olympiade IPA untuk SMP di Indonesia dikenal sebagai Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pelaksanaannya bertingkat dari sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Berdasarkan jadwal OSN SMP 2025 yang dirilis oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, berikut adalah jadwal pelaksanaannya:

  • Seleksi Tingkat Sekolah (OSN-S): Maret 2025
  • Pendaftaran di portal registrasi: 19 Maret – 2 Mei 2025
  • Pengisian web komunikasi OSN: 28 April – 28 Mei 2025
  • Uji coba OSN SMP tingkat kabupaten/kota (OSN-K): 3-4 Juni 2025
  • Seleksi OSN SMP tingkat kabupaten/kota (OSN-K): 17-18 Juni 2025

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, sebagai salah satu lembaga pendidikan mengikuti OSN pada Rabu, 18 Juni 2025. Tempat pelaksanaan di SMP Muhammadiyah 4 dengan pengawas dari SMP TD Ibu Pawiyatan.  

Kandidat yang mewakili sekolah adalah:

  1. Alifa Mutiara Medina 8ICT
  2. Sherly Nada Novanka 8ICT
  3. Jasmine Mikaillah Rahman 8ICT
  4. Alena Anindita Fariha 7ICT
  5. Abaya Giri 7B
Workshop Deep Learning

Workshop Deep Learning

Ada yang gagal fokus pada saat Menteri Pendidikan Prof. Abdul Mu’ti menjelaskan tentang Deep Learning. Setelah melaksanakan sholat berjamaah di sebuah masjid, beliau bercengkerama dengan beberapa jamaah lain tentang pendidikan. Ia menjelaskan tentang unsur dalam pemelajaran mendalam (Deep Learning).

Deep Learning (DL) terdiri dari tiga unsur, yaitu: Meaningful Learning, Mindful Leraning, dan Joyful Learning. Mungkin nitizen kurang familier dengan istilah tersebut, sehingga yang terdengar hanyalah ful.. ful…, maka segera tersiar secara viral bahwa kurikulum dibawah pak Mu’ti akan diganti dengan kurukulum fulful.   

Dalam konteks pendidikan, deep learning (pembelajaran mendalam) adalah sebuah filosofi dan strategi yang berlawanan dengan surface learning (pembelajaran permukaan). Perbedaan antara keduanya antara lain:

Surface Learning (Pembelajaran Permukaan) adalah jenis pembelajaran yang sering kita temui, di mana fokus utamanya adalah menghafal Fakta, reproduksi informasi, kurangnya koneksi, unsur motivasi dari luar, dan pemahaman yang dangkal.

Sedangkan Deep Learning (Pemelajaran Mendalam) adalah tujuan ideal dalam pendidikan, di mana peserta didik berusaha untuk memahami konsep inti, membangun koneksi terhadap ide dan konsep-konsep baru, aplikasi dan transfer pengetahuan, berfikir kritis, mampu merefleksikan diri, membangkitkan motivasi dari dalam, dan pemahaman jangka panjang

Rabu, 11 Juni 2025 dipandang perlu untuk melaksanakan wokshop tentang Deep Learning. DL ini harus diperkenalkan kepada semua satuan pendidikan, termasuk didalamnya adalah SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Untuk kurikulum, terutama pada tahun pelajaran 2025/2026 kurikulum dibagi menjadi 2, yaitu Intrakurikuler dan P5

Surat Edaran Mendiknas Nomor: 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru, yang lebih familier dengan Hari MGMP. Guna mengoptimalkan PKB guru diperlukan waktu belajar khusus yang kolektif kolegial dalam membangun ekosistem dan semangat belajar sepanjang hayat sesuai dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Kegiatan PKB tersebut perlu diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di satuan pendidikan.

Latar belakang kemunculan DL antara lain :

  1. Perubahan masa depan sulit diprediksi
  2. Permasalahan mutu pendidikan : Literasi, numerasi, ketrampilan berfikirtingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan
  3. Bonus demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045
  4. Kompetensi masa depan

Definisi Deep Learning : Pembelajaran mendalam merupakan merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga secara holistika dan terpadu.

Idul Qurban 1446 H – 2025 M

Idul Qurban 1446 H – 2025 M

Takbir menggema setiap memasuki 10 Dzulhijjah sedari matahari tenggelam. Ingat, kalender hijriah dimulai dari saat matahari tenggelam, bukan pada saat jam berdentang pukul 00.00. Sehingga suara takbir berkumandang pada waktu memasuki maghrib.

Demikainlah selama 15 abad yang lalu, kegiatan ritual ini selalu membahana, bahkan semakin meluas kala pertama kali Rasulullah Muhammad menmbimbing umat untuk mengagungkan Asma Allah. Semua akan tertelan masa, semua akan tenggelam terseret menuju satu titik energi yaitu Allah.

Ahad, 8 Juni 2025, keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta alhamdulillah telah melaksanakan ajaran Nabi Ibrahim, yaitu melaksanakan Qurban sebagai ujud pengabdian diri kepada sang khalik. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai model penyerahan diri secara total dalam semangat beribadah.

Semangat kebersamaan inilah yang menjadikan titik tumpu dalam mendapatkan dua ekor sapi. Pertama adalah latihan qurban melalui patungan dari siswa, dan seekor lembu yang merupakan kolektivitas beberapa orang tua yang menitipkan qurban di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Kedelapan orang tua tersebut antara lain:

  1. Keluarga Denny Hadiansyah
  2. Ryo Javas Nararya Al Farabi
  3. Dimas Arif Ferdiansyah
  4. H. Benyamin Mukhtar Umar
  5. Yonathan Cristian Adi Nugroho
  6. Lucky Trias Widhiatmoko
  7. Bapak Erfin Widyanto

Dari dua buah lembu tersebut, alhamdulilah SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta dapat menyalurkan daging qurban ke Siswa, guru, karyawan dan instansi lain yang layak untuk menerima, antara lain

  1. IMM PUTM
  2. MTs. Muhammadiyah Sentolo
  3. SMP Muhammadiyah 2 Bambang Lipuro
  4. SD Muhammadiyah Notoprajan
  5. SD Muhammadiyah Demangan
  6. PRM Gunungketur
  7. Musholla Sabilulhuda
  8. SD Muhammadiyah Pringgokusuman
  9. SD Muhammadiyah Miliran
  10. SD Muhammadiyah Danunegaran
  11. SD Muhammadiyah Ngadiwinatan
  12. PAy Lowanu
Orang Kalang

Orang Kalang

Andai Anda berjalan melewati sebuah perkampungan, yang rumahnya terbuat dari kayu, lengkap dengan ukiran yang indah, saya pastikan untuk saat ini sudah jarang terlihat. Kecuali di daerah tertentu, seperti Jepara, Kudus dan sekitarnya. Tetapi, bila menemui di sebuah pemukiman, maka itu adalah pengecualian. Mereka yang tinggal di rumah-rumah tersebut, adalah orang yang menjunjung tinggi kebudayaan nenek moyang mereka.

Di Kotagede misalnya. Terutama di kampung Tegal Gendu, masih bertengger berjejer rapi rumah kayu yang diukir demikian ritmis. Seni ukirnya khas, berbeda kalau dibandingkan dengan di Kawasan Jepara. Ornamennya terlihat njawani. Tak beda jauh dengan seni kraton yang cantik itu.

Kalau harus melihat yang original, tentu bukanlah perkara yang mudah. Bagaimanapun, kekuatan kayu ada batasnya. Beberapa bagian dari rumah tersebut sudah mengalami restore atau perbaikan. Bahkan mungkin juga warna catnya juga telah menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Pertanyaanya, siapa sebenarnya tukang-tukang kayu yang membangun rumah itu? Padahal, kalau diukur dengan umur, saat itu belum ada ilmu geometri sebagai dasar untuk melukis gambar-gambar yang simetris.  

Omah Kalang atau Rumah Kalang, demikian orang menyebut. Kalang artinya “batas”. Artinya komunitas mereka sengaja dibatasi dengan dalih orang kalang itu liar, sehingga dapat membahayakan masyarakat setempat.  

Literatur sejarah, istilah kalang dapat dijumpai pada masa kepemimpinan Raja Dyah Baletung (898 – 910 M) di Bojonegoro. Terbukti, hingga sekarang, di Kawasan Kedewan Bojonegoro memang banyak dijumpai peninggalan kalang.

Hermanus Johannes de Graff dan Theodoor Pigeaud menulis dalam buku Kerajaan-kerjaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram (1974), menyebutkan bahwa pada abad ke-17, kaum Kalang di daerah berhutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai pemimpin-pemimpin sendiri. Mungkin Kalang sudah sejak zaman pra Islam yang mendiami hutan-hutan. Tapi mereka, terus menerus terdesak. Sejalan dengan didirikannya perkotaan, mereka terdesak masuk hutan.

Kamus Poerwodarminto, menyebutkan bahwa Kalang berasal dari kaalang yang berarti dikelilingi atau dikepung. Mereka berprofesi khusus sebagai tukang kayu, atau yang mengolah kayu menjadi sebuah bangunan. Orang Kalang dipercaya memiliki kemampuan dalam hal perkayuan, mengenal banyak jenis pohon, serta mahir memilih pohon yang baik untuk bangunan. Sehingga banyak yang memakai jasanya, khususnya bagi yang akan membuat rumah tempat tinggal.   

Bila benar bahwa orang Kalang berasal dari wilayah Bojonegoro, maka tidak heran. Karena daerah itu, memanjang dari timur hingga ke barat, sampai Tegal, terkenal dengan hutan kayu jati. Masyarakat lebih mengenal alas roban.   

Tidak semua orang Kalang terdesak masuk hutan. Di Kotagede, Yogyakarta, Sultan Agung menggunakan keahlian orang Kalang untuk membangun keraton. Orang kalang diberi kebebasan bermukim di Kotagede. Bahkan, ditemukan juga komunitasnya, dan mereka dikenal sebagai saudagar kaya yang memiliki rumah-rumah mewah.

Mitsuo Nakamura, dalam bukunya Bulan Sabit MUncul dari Balik Pohon Beringin (1983), mencatat bahwa, orang Kalang termasuk orang kaya. Saking kayanya, orang Kalang terlihat mencolok dari rumah-rumah mewah yang mereka tinggali. Kebesaran kekayaan orang Kalang yang trekumpul dengan mudah dapat dikenali dengan melihat sekitar lusinan rumah-rumah besar bak istana yang dibangun selama dasawarsa awal abad ke-20.

Bahan bacaan: Majalah Intisari, Juni 2023

Outdoor Activity

Outdoor Activity

Kamis, 15 Mei 2025, siswa kelas VII dan VIII melaksanakan outdoor sesuai dengan program kerja Tahun Pelajaran 2024 – 2025. Outdoor Activity adalah kegiatan yang penuh dengan manfaat dan tujuan. Bahkan sekarang ini, aktivitas luar ruang juga banyak sekali dipilih untuk pendidikan.

Kali ini tujuan pembelajaran outdoor di Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Kedua Lembaga ini sangat berkaitan dengan pendidikan. Mereka diajak kesana untuk membuktikan secara langsung aktivitas yang dilakukan di Lembaga tersebut.

Badan Pusat Statistik merupakan Lembaga pemerintah non kementerian yang bertugas untuk menyelenggarakan dan mencatat seluruh data statistic nasional maupun internasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BPS bertugas melaksanakan melaksanakan tugas pemerintah di bidang statistik. Sedangkan

Adapun kunjungan kedua yaitu Basarnas dengan tujuan untuk mengetahui seluk beluk kinerjanya, yaitu pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR). Lembaga ini memiliki peran penting dalam penanganan bencana dan memberikan layanan SAR bagi seluruh warga.

Adapun manfaat outdoor activity antara lain:

Meningkatkan Motivasi Belajar. Dengan mengajak siswa untuk melakukan kegiatan seru di luar ruangan atau field trip, maka mereka akan termotivasi untuk mengenal materi pelajaran dengan cara yang berbeda. Kegiatan belajar di outdoor akan mengkombinasikan pelajaran yang siswa dapatkan di sekolah dan mempraktekannya di luar.

Mengurangi Stres. Serotonin dikenal sebagai kandungan yang bisa memberi efek bahagia pada manusia. Hormon ini ditemukan dalam trombosit darah, usus, dan otak. Serotonin sendiri memainkan peran besar dalam membuat orang bahagia sekaligus meningkatkan kesehatan mental.

Membangun Imajinasi dan Kreativitas. Dunia adalah hal yang penuh imajinasi untuk siswa, terutama saat mereka bisa menjelajahinya di luar. Mengajak siswa untuk melakukan outdoor activities akan membantu mereka mengeksplorasi imajinasi dan kreativitasnya. Ketika sekolah mengajak siswa ke tempat-tempat baru yang menyenangkan dan mengasyikkan, imajinasi dan kreativitasnya pasti akan otomatis terbuka.

Melatih Kerjasama Tim. Manfaat outdoor activities secara alami juga bagus untuk meningkatkan kerja kelompok atau teamwork. Dalam kegiatan belajar di ruangan, siswa-siswa biasanya akan disatukan dalam sebuah kelompok dan diberi tugas. Selanjutnya, kerjasama dan teamwork ini mendorong para siswa untuk menjalin hubungan dan pemecahan masalah untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Meningkatkan Banyak Skill Siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di luar ruangan ternyata bisa meningkatkan banyak skill siswa. Di antaranya adalah kepercayaan diri, keterampilan sosial, komunikasi, motivasi, keterampilan fisik, pengetahuan, dan pemahaman.